• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kebijakan Pemidanaan Terhadap Perbuatan Penyebaran Informasi Yang Mengakibatkan Kerugian Konsumen (Analisa Yuridis Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Perlindungan Konsumen)

    Thumbnail
    View/Open
    17912091 Aminullah Alhakim.pdf (1.941Mb)
    Date
    2021-03-05
    Author
    AMINULLAH ALHAKIM
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini berjudul, “KEBIJAKAN PEMIDANAAN TERHADAP PERBUATAN PENYEBARAN INFORMASI YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN KONSUMEN (Analisa Yuridis Pasal 45A ayat (1) UndangUndang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Perlindungan Konsumen)”,yang bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemidanaan terhadap perbuatan penyebaran informasi yang mengakibatkan kerugian konsumen berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UndangUndang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Rumusan Masalah yang diajukan adalah: Bagaimana kedudukan Pasal 45A Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen terhadap perbuatan penyebaran informasi yang mengakibatkan kerugian konsumen?; Asas hukum apa yang digunakan apabila terdapat konflik hukum antara Pasal 45A Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen?; Kebijakan pemidanaan manakah yang tepat terhadap perbuatan penyebaran informasi yang mengakibatkan kerugian konsumen?; Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur yang berkaitan dengan Kebijakan Pemidanaan terhadap perbuatan penyebaran informasi yang mengakibatkan kerugian konsumen. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumen (kepustakaan) terkait yang kemudian dikumpulkan dan dipilah sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yaitu data dikumpulkan dan dikaji serta kemudian diverifikasi kesesuaiannya dengan fakta yang ada dalam penelitian. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analitis, maksud utama analisis terhadap bahan hukum adalah mengetahui makna yang dikandung oleh istilah yang digunakan dalam aturan perundang-undangan secara konsepsional, sekaligus mengetahui penerapannya dalam praktik. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen merupakan bagian/isi dari undang-undang administratif yang di dalamnya terdapat unsur pemidanaan. Yang dapat digunakan dalam menyikapi perbuatan yang mengakibatkan kerugian konsumen; Asas yang diterapkan ketika timbul permasalahan untuk menerapkan atau menggunakan Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen adalah asas Systematische Specialiteit (Lex Specialis Sistematic); Kebijakan pemidanaan (Kebijakan Penal) yang tepat terhadap perbuatan penyebaran informasi yang mengakibatkan kerugian konsumen adalah Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dikarenakan saat ini banyak sarana teknologi yang digunakan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/31790
    Collections
    • Master of Law [1540]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • Kriteria Kecakapan Subjek Hukum Terhadap Akta Jual Beli (Perspektif Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Jabatan Notaris, Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, dan Pasal 1330 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) 

      Wahyuningsih, Ratna Tri (Universitas Islam Indonesia, 2024)
      Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kriteria kecakapan subjek hukum terhadap akta jual beli dalam prespektif Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Jabatan Notaris, Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, Pasal 1 ...
    • KEMANDIRIAN PERADILAN AGAMA DALAM KONTEKS PASAL 49 AYAT (1) DAN PASAL 50 UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA JO PASAL 49 DAN PASAL 50 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA 

      SUMADI MATRAIS, 01932004 (Universitas Islam Indonesia, 2006)
      Kekuasaan Kehakiman menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan kekuasaan yang merdeka yang dilakukan oleh sebuah Mahlamah Agung dan badan Peradilan Umum, Pemdilan Agama, Peradilan Tata ...
    • ANALISIS HUKUM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 18/PUU-XII/2014 TENTANG PENGUJIAN PASAL 59 AYAT (4), PASAL 95 AYAT (1), DAN PASAL 102 UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP MENURUT UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 

      NIKEN WAHYUNING RETNO MUMPUNI, 14912095 (Universitas Islam Indonesia, 2016-12-17)
      Keberadaan norma yang terkandung dalam Pasal 59 ayat (4) juncto Pasal 102 UU Nomor 32 Tahun 2009 mewajibkan adanya izin bagi pengelolaan limbah B3 namun di sisi lain Pasal 95 ayat (1) mengatur bahwa penghasil limbah ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV