• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    REPOSISI INTELIJEN DALAM BADAN INTELIJEN NEGARA PASCA LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NO. 17 TAHUN 2011 TENTANG INTELIJEN NEGARA

    Thumbnail
    View/Open
    TESIS_FITRI ATUR ARUM_14912042.pdf (6.321Mb)
    Date
    2016
    Author
    FITRI ATUR ARUM, 14912042
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hakikat dan fungsi intelijen negara di dalam negara hukum demokratis; serta mendeskripsikan reposisi intelijen negara dalam Badan Intelijen Negara (BIN) pasca lahirnya Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Metode penelitian ini akan mengkaji pokok permasalahan melalui pendekatan yuridis-normatif. Hal ini dimaksudkan agar penelitian ini sejauh mungkin dapat mengetahui reposisi intelijen negara dalam BIN pasca lahirnya Undang-Undang No. 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Intelijen pada hakikatnya adalah hal yang berkaitan dengan informasi yang diperlukan bukan sebagai tujuan, melainkan sebagai bahan atau instrumen untuk pengambilan keputusan. Intelijen dapat dilihat sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi, informasi sebagai produk, dan organisasi yang menanganinya. Oleh karena itu aktivitas intelijen yang utama adalah mengumpulkan dan mencari informasi, mengevaluasi informasi, mengintegrasikan, menganalisis, menyimpulkan, dan memperkirakan dinamika keamanan nasional dengan menggunakan metode yang ilmiah. Fungsi intelijen negara dalam kerangka reformasi intelijen di dalam negara hukum demokratis diselenggarakan oleh berbagai lembaga pemerintah ataupun lembaga pemerintah non-kementrian sesuai dengan tugas pokok masing-masing; serta (2) Dalam penyelenggaraan Koordinasi Intelijen Negara, BIN mempunyai hubungan yang bersifat koordinatif dengan Binda. Koordinasi yang dilakukan oleh BIN dengan Binda bersifat koordinatif yang berkaitan dengan sembilan komponen intelijen strategis. Dalam hal operasi intelijen, tidak ada kewajiban BIN mengikutsertakan Binda, kecuali diminta oleh BIN. Adanya kompartementasi antara BIN dan Binda menyebabkan tidak terjadi koordinasi dalam hal operasi intelijen serta dikhawatirkan informasi dan pelaksanaan operasi rahasia yang menyangkut keamanan negara menjadi bocor bahkan gagal. Belum adanya koordinasi mengenai operasi rahasia mengindikasikan bahwa BIN belum menjalankan Pasal 12 huruf g Perpres No. 67 Tahun 2013 tentang Intelijen Negara dan Pasal 45 Perpres No. 90 Tahun 2012 tentang BIN.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/9007
    Collections
    • Master of Law [1560]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • OPTIMALISASI PERAN BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN) DALAM MENGAWAL KEAMANAN NEGARA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMR 17 TAHUN 2011 TENTANG INTELIJEN NEGARA 

      MUHAMMAD RIDHO BUDIMAN, 15912041 (UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA, 2016-11-12)
      Studi ini bertujuan untuk membuka wawasan kita khususnya peranan intelijen sebagai garda terdepan keamanan nasional dalam rangka support pengambilan kebijakan.Rumusan masalah yang diajukan yaitu: Apa hakekat fungsi ...
    • Hubungan Antara Beban Kerja Dan Stres Kerja Pada Anggota Polisi Intelijen Keamanan 

      Saputra, Rino Agus (Universitas Islam Indonesia, 2017-02-10)
      This research aims to examine the relation between work load and job stress. The hypothesis in this research isthat there is a positive relation between workload and job stress. The subjects in this research were 78 ...
    • Kedudukan Intelijen Dalam Negara Demokrasi Menurut 

      Sari, Putri Purnama (Universitas Islam Indonesia, 2017-04-09)
      Intelijen memiliki fungsi pendeteksian dini terhadap suatu ancaman yang terjadi secara mendadak, untuk itu intelijen diintegrasikan di dalam system keamanan nasional. Dalam kondisi ini intelijen yang berupa organisasi ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV