• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TINJAUAN YURIDIS- FILOSOFIS UU PNPS NO. 1 TAHUN 1965 TENTANG PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN DAN/ATAU PENODAAN AGAMA (STUDI ATAS KEBERADAAN AGAMA-AGAMA DI INDONESIA)

    Thumbnail
    View/Open
    AHMADI HASS... FIX.pdf (2.447Mb)
    Date
    2015-08-06
    Author
    Ahmadi Hasanuddin Dardiri, 13912073
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penilitian ini mengkaji terkait dengan keberadaan agama-agama di Indonesia yang tercantum dalam UU PNPS no 1 tahun 1965 tentang penyalahgunaan dan penodaan agama secara yuridis dan filosofis. pengkajian atas hal tersebut dilandasi dengan teori legiimasi kekuasaan Negara, teori hirarki peraturan perundang-undangan dan teroi hubungan Negara dan agama. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, namun jika dilihat dari objek kajiannya dan orienstasi yang hendak dicapai, maka penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Penelitian pustaka mengandalkan datanya dari buku, jurnal, arsip, dokumen, news. Selain itu, dalam penelitian ini juga digunakan pendekatan yuridis dan filosofis agar dapat mengetahui perihal terkait dengan keberadaan agama yang terdapat dalam UU tersbut dapat lebih mendalam kajiannya. Melalui penelitian ini, diperoleh dua temuan sebagai jawaban atas rumusan masalah yang diajukan. Pertama, politik hukum yang terdapat dalam UU PNPS No 1 Tahun 1965 berkaitan tentang keberadaan agama-agama di Indonesia merupakan kebijakan politis yang digunakan untuk menghindarkan konflik terkait dengan pengamanan Negara atas aktivitas beberapa kalangan pemeluk agama yang dianggap salah dan menodai agama. kesalahan dan penodaan agama ini kemudian dijadikan landasan untuk memerangi Negara. Namun seiring berjalannya waktu, tujuan tersebut justru digunakan untuk melindungi kekuasaan dengan melakukan pembatasan-pembatasan terhadap keberadaan agama-agama di Indonesia, dan. Kedua, Implikasi adanya UU PNPS ini berkaitan dengan keberadaan agama-agama di Indonesia adalah adanya penamaan mengenai pengakuan agama oleh Negara dan pemisahan antara agama yang mendapat jaminan dan bantuan negara dengan agama yang hanya mendapatkan jaminan saja. Pada dasarnya Negara sama sekali tidak pernah memberikan pengakuan secara yuridis terhadap agama tertentu di Indonesia. Meskipun pandangan masyarakat umum seringkali menyebutkan bahwa agama yang diakui adalah yang diberikan jaminan serta bantuan dari Negara, namun hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan karena akan memunculkan diskriminasi-diskriminasi baru terhadap agama-agama minoritas di Indonesia. Sementara terkait dengan pemisahan agama yang mendapat jaminan dan bantuan negara dengan agama yang mendapatkan jaminan saja, belum diatur secara detail mekanismenya, begitupula dengan jumlah minimum limitatif bahwa sebuah agama berhak untuk mendapatkan bantuan dari Negara.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8541
    Collections
    • Master of Law [1559]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • KEMANDIRIAN PERADILAN AGAMA DALAM KONTEKS PASAL 49 AYAT (1) DAN PASAL 50 UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA JO PASAL 49 DAN PASAL 50 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA 

      SUMADI MATRAIS, 01932004 (Universitas Islam Indonesia, 2006)
      Kekuasaan Kehakiman menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan kekuasaan yang merdeka yang dilakukan oleh sebuah Mahlamah Agung dan badan Peradilan Umum, Pemdilan Agama, Peradilan Tata ...
    • KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA DALAM SISTEM PERADILAN DI INDONESlA (Studi Pengadilan Agama Menurut Undang-Undrrng Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman dan Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Mahkamah Agung serta Undang-Undang No.7 Tahun 1989 jo. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Pengadilan Agama) 

      MISBAH ISUNDAR, 0593200 (UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA, 2009)
      Penelitian mi bertujuan untuk mengungkap dan meilganalisa perrnasalahanpennasalahan Pengadilan Agama berkaitan dengan; 1) kewenangan Pengadilan Agama menurut Undang-Undang No.4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman, ...
    • FAKTOR PENYEBAB KONVERSI AGAMA DAN PERSEPSI PELAKU KONVERSI AGAMA TENTANG AJARAN AGAMA SEBELUMNYA DI KECAMATAN BERBAH SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 

      Eka Septiana, 15422129 (Universitas Islam Indonesia, 2019-10-18)
      Kita semua memiliki iman dalam ajaran agama yang telah melekat sejak lahir, yang seharusnya semakin lama akan semakin besar kekuatan iman tersebut, namun pada kenyataanya masih saja ada yang tidak dapat mensyukuri nikmat ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV