Show simple item record

dc.contributor.authorGunawan, Agus
dc.date.accessioned2026-05-08T03:28:21Z
dc.date.available2026-05-08T03:28:21Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62219
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menguatnya kritik publik terhadap kualitas proses legislasi di Indonesia, khususnya sejak disahkannya Undang- Undang Cipta Kerja dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Kedua produk hukum tersebut menjadi problematik karena dinilai tidak hanya bermasalah dari segi prosedural, tetapi juga mencerminkan orientasi politik hukum dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat luas. Dalam konteks teori demokrasi dan hukum yang responsif, hukum seharusnya menjadi instrumen untuk menjawab kepentingan publik melalui mekanisme legislasi yang terbuka, partisipatif, dan berlandaskan transparansi. Namun, realitas politik hukum Indonesia menunjukkan adanya ketimpangan antara prinsip normatif tersebut dengan praktik legislasi yang cenderung elitis dan tertutup. Berangkat dari hal tersebut maka muncul pertanyaan yang menjadi fokus penelitian apakah proses pembentukan UU Ciptaker dan revisi UU KPK telah sesuai dengan prinsip hukum responsif dan apa implikasi dari proses pembentukan kedua undang-undang tersebut terhadap legitimasi hukum dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang- undangan, konseptual, serta analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan UU Ciptaker dan revisi UU KPK tidak sepenuhnya mencerminkan karakter hukum responsif. Dominasi kepentingan politik dan ekonomi tampak lebih menonjol dibandingkan aspirasi publik secara luas. Minimnya partisipasi masyarakat, kurangnya transparansi, serta proses legislasi yang cenderung terburu-buru menjadi indikator lemahnya prinsip demokrasi dalam pembentukan kedua undang-undang tersebut. Implikasinya, kedua regulasi tersebut mengalami krisis legitimasi sosial dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dan DPR turut melemahkan efektivitas undang-undang serta berpotensi mengancam tegaknya supremasi hukum dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPolitik Hukum Responsifen_US
dc.subjectLegislasien_US
dc.subjectKepercayaan Publiken_US
dc.titleProses Pembentukan Undang-Undang yang Responsif: Studi Pembentukan Undang-undang Cipta Kerja dan Revisi Undang-Undang KPKen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23912048


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record