• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Proses Pembentukan Undang-Undang yang Responsif: Studi Pembentukan Undang-undang Cipta Kerja dan Revisi Undang-Undang KPK

    Thumbnail
    View/Open
    23912048.pdf (1.313Mb)
    Date
    2025
    Author
    Gunawan, Agus
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menguatnya kritik publik terhadap kualitas proses legislasi di Indonesia, khususnya sejak disahkannya Undang- Undang Cipta Kerja dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Kedua produk hukum tersebut menjadi problematik karena dinilai tidak hanya bermasalah dari segi prosedural, tetapi juga mencerminkan orientasi politik hukum dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat luas. Dalam konteks teori demokrasi dan hukum yang responsif, hukum seharusnya menjadi instrumen untuk menjawab kepentingan publik melalui mekanisme legislasi yang terbuka, partisipatif, dan berlandaskan transparansi. Namun, realitas politik hukum Indonesia menunjukkan adanya ketimpangan antara prinsip normatif tersebut dengan praktik legislasi yang cenderung elitis dan tertutup. Berangkat dari hal tersebut maka muncul pertanyaan yang menjadi fokus penelitian apakah proses pembentukan UU Ciptaker dan revisi UU KPK telah sesuai dengan prinsip hukum responsif dan apa implikasi dari proses pembentukan kedua undang-undang tersebut terhadap legitimasi hukum dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang- undangan, konseptual, serta analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan UU Ciptaker dan revisi UU KPK tidak sepenuhnya mencerminkan karakter hukum responsif. Dominasi kepentingan politik dan ekonomi tampak lebih menonjol dibandingkan aspirasi publik secara luas. Minimnya partisipasi masyarakat, kurangnya transparansi, serta proses legislasi yang cenderung terburu-buru menjadi indikator lemahnya prinsip demokrasi dalam pembentukan kedua undang-undang tersebut. Implikasinya, kedua regulasi tersebut mengalami krisis legitimasi sosial dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dan DPR turut melemahkan efektivitas undang-undang serta berpotensi mengancam tegaknya supremasi hukum dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62219
    Collections
    • Master of Law [1560]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • PERBANDINGAN PENGATURAN PEMBUBARAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENJADI UNDANG-UNDANG 

      Khoulud beby bestiani, 14410219 (Universitas Islam Indonesia, 2018-04-19)
      UU No.17 tahun 2013 tentang Ormas dalam perkembanganya sudah tidak memadai lagi untuk menjawab persoalan hukum yang ada sehingga Pemerintah mengeluarkan Perppu No.2 tahun 2017 tentang Ormas yang telah disahkan menjadi UU ...
    • KONFIGURASI POLITIK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DALAM PROSES PERSETUJUAN PERATURAN PEMERITAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG MENJADI UNDANG-UNDANG (Studi Atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat) 

      YUKALYPTA RIDWAN, 11410095 (Universitas Islam Indonesia, 2018-09-06)
      Studi ini bertujuan untuk mengetahui bentuk konfigurasi partai politik yang terjadi dalam pembahasan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun ...
    • ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 42/PUU/XIII/2015 MENGENAI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG (DALAM STUDI PERSPEKTIF ETIKA DAN KEPASTIAN HUKUM) 

      GARNIS LEILA PUSPITA, 1410235 (Universitas Islam Indonesia, 2018-12-13)
      Studi ini bertujuan untuk mengetahui alasan diajukannya permohonan judicial review terkait Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 serta Konstruksi hukum Mahkamah Konstitusi dalam mengeluarkan putusan MK No 42/PUU/XIII/2015 dilihat ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV