• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KONFIGURASI POLITIK DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DALAM PROSES PERSETUJUAN PERATURAN PEMERITAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG MENJADI UNDANG-UNDANG (Studi Atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat)

    Thumbnail
    View/Open
    Konfigurasi Politik DPR .pdf (4.274Mb)
    Date
    2018-09-06
    Author
    YUKALYPTA RIDWAN, 11410095
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui bentuk konfigurasi partai politik yang terjadi dalam pembahasan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat serta karakter produk hukum yang dipengaruhi konfigurasi partai politik yang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014-2019. Rumusan masalah yang diajukan yaitu: Bagaimana konfigurasi partai politik di dalam paripurna Dewan Perwakilan Rakyat dalam proses persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat menjadi Undang-Undang yang baru?; dan Bagaimana karakter Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2107 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat dari aspek politik hukum?. Penelitian ini termasuk tipologi penelitian hukum normatif. Data penelitian dikumpulkan dengan cara studi kepustakaan dengan mengumpulkan, mempelajari, serta mengkaji bahan-bahan berupa buku-buku terkait, artikel, makalah dan/atau hasil karya ilmiah, laporan institusi, data elektronik, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Analisis dilakukan dengan pendekatan perundangundangan dipadukan dengan pendekatan politik. Hasil studi ini menunjukkan bahwa konfigurasi politik yang terjadi dalam fraksi-fraksi di dalam Dewan Perwakilan Rakyat dalam pembahasan Perppu organisasi masyarakat menjadi Undang-Undang erat kaitannya dengan keputusan politik. Fraksi partai politik yang menyatakan setuju atas Perppu organisasi masyarakat didominasi oleh partai pendukung pemerintah. Dapat dikatakan pandangan dari fraksi partai politik ini menyesuaikan kehendak pemerintah. Sehingga karakter hukumnya cenderung represif atau konservatif.. Hal ini disebabkan substansi Perppu organisasi masyarakat dominan atas visi politik penguasa, tidak mengakomodir aspirasi masyarakat secara sungguh-sungguh, dan materi hukumnya yang multitafsir sehingga dapat diinterpretasikan oleh pemerintah sesuai dengan kehendaknya. Penelitian ini merekomendasikan bahwa diperlukan peran Dewan Perwakilan Rakyat sebagai penjelmaan rakyat agar lebih kritis dalam pembahasan Perppu tidak hanya dengan pendekatan politis melainkan dengan menggunakan syarat obyektif Perppu yang terdapat dalam putusan Mahkamah Konstitusi sebagai dasar memberi persetujuan atau penolakan terhadap Perppu. Dengan demikian penilaian Perppu oleh Dewan Perwakilan Rakyat nantinya akan lebih obyektif.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11693
    Collections
    • Law [3373]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • PERBANDINGAN PENGATURAN PEMBUBARAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENJADI UNDANG-UNDANG 

      Khoulud beby bestiani, 14410219 (Universitas Islam Indonesia, 2018-04-19)
      UU No.17 tahun 2013 tentang Ormas dalam perkembanganya sudah tidak memadai lagi untuk menjawab persoalan hukum yang ada sehingga Pemerintah mengeluarkan Perppu No.2 tahun 2017 tentang Ormas yang telah disahkan menjadi UU ...
    • ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 42/PUU/XIII/2015 MENGENAI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG (DALAM STUDI PERSPEKTIF ETIKA DAN KEPASTIAN HUKUM) 

      GARNIS LEILA PUSPITA, 1410235 (Universitas Islam Indonesia, 2018-12-13)
      Studi ini bertujuan untuk mengetahui alasan diajukannya permohonan judicial review terkait Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 serta Konstruksi hukum Mahkamah Konstitusi dalam mengeluarkan putusan MK No 42/PUU/XIII/2015 dilihat ...
    • Kriteria Kecakapan Subjek Hukum Terhadap Akta Jual Beli (Perspektif Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Jabatan Notaris, Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, dan Pasal 1330 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) 

      Wahyuningsih, Ratna Tri (Universitas Islam Indonesia, 2024)
      Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kriteria kecakapan subjek hukum terhadap akta jual beli dalam prespektif Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Jabatan Notaris, Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, Pasal 1 ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV