| dc.description.abstract | Kemunculan fast fashion dalam industri fashion global telah mengubah pola
konsumsi konsumen. Namun, pola konsumsi fast fashion yang tidak berkelanjutan
membawa risiko terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial. Indonesia, sebagai
negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, memiliki banyak konsumen
yang menggunakan produk fashion, termasuk fast fashion. Akan tetapi, faktor
orientation fashion dan niat yang dimiliki konsumen selalu mengarah pada perilaku
tertentu. Pada penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen Indonesia terhadap pilihan produk fashion
mereka. Empat hipotesis berdasarkan teori Pengaruh Fashion Oriented pada pilihan
Fast Fashion dan Sustainability Fashion terhadap Buying Intention konsumen
Indonesia. Penelitian dibuat untuk membentuk sistem hipotesis, sebanyak 150
kuesioner yang valid dikumpulkan secara random sampling di beberapa kota di
Indonesia. Analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan perangkat
lunak statistik SEM Amos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumen Indonesia
terhadap produk fashion cenderung dipengaruhi secara positif oleh fast fashion.
Sebaliknya, fashion orientation berdampak negatif terhadap sustainability fashion.
Di sisi lain, fast fashion dan sustainability fashion memiliki pengaruh positif
terhadap niat beli. Temuan ini memberikan wawasan mengenai kebiasaan dan
pengetahuan konsumen di Indonesia dalam memilih produk fashion. | en_US |