• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Program Pemberdayaan Rsj Dr. Soeharto Heerdjan Dalam Meningkatkan Proteksi Diri Masyarakat Terhadap Gangguan Mental Di Era Pandemi Covid-19

    Thumbnail
    View/Open
    18321195.pdf (2.415Mb)
    Date
    2022-07-12
    Author
    RKYAN DIANDRA CHOIRUNISSA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pandemi Covid-19 mendatangkan dampak besar pada kehidupan manusia, salah satunya menyerang kesehatan mental manusia yang disebabkan karena masyarakat belum siap menghadapi perubahan kehidupan akibat pandemi yang datang begitu cepat. Oleh karena itu, Rumah Sakit Dr. Soeharto Heerdjan melakukan perannya sebagai fasilitas pelayanan kejiwaan untuk membantu masyarakat menghadapi isu kesehatan mental di era pandemi Covid-19 dalam program pemberdayaan yang dilakukan oleh instalasi PKRS dan Keswamas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program pemberdayaan yang dilaksanakan RSJSH, peranan komunikasi, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan atau menggambarkan secara nyata fenomena yang terjadi pada objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik yaitu wawancara dengan narasumber, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari data yang terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan tahapan pemberdayaan dan komunikasi pemberdayaan dalam bidang kesehatan. Hasil analisis menemukan bahwa program yang meningkatkan proteksi diri masyarakat terhadap gangguan mental memang memang termasuk dalam kategori pemberdayaan karena sesuai dengan makna dari konsper empowerment yaitu to give ability or enable yang berarti meningkatkan kapabilitas masyarakat melalui impelementasi program pemberdayaan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Pemberdayaan dilakukan dengan cara online, offline, dan hybrid. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi PKRS dan Keswamas RSJSH berhasil melaksanakan pemberdayaan di tengah Pandemi Covid-19, komunikasi pemberdayaan dilakukan dengan lima elemen komunikasi dan menerapkan tiga bentuk komunikasi kesehatan yaitu komunikasi dengan pasien, komunikasi kesehatan dengan keluarga pasien, dan komunikasi kesehatan untuk masyarakat. Pemberdayaan ini memiliki faktor pendukung yaitu dukungan dari komunikator pemberdayaan yaitu sumber daya manusia yang dimiliki RSJSH serta bantuan dari petugas puskesmas dan kader kesehatan, faktor pendukung lainnya berasal dari saluran media komunikasi yaitu teknologi informasi dan komunikasi terutama media sosial. Sedangkan faktor penghambat berasal dari tahap persiapan pemberdayaan dan tahap formulasi rencana aksi pemberdayaan yang kurang melibatkan masyarakat dalam perencanaan sehingga minimnya partisipasi masyarakat pada awal program berjalan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42684
    Collections
    • Communication [1429]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV