• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PEREMPUAN TERPANDANG DALAM FILM INDONESIA ( Analisis Semiotika Terhadap Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, 3 Srikandi, dan Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (283.3Kb)
    01 cover.pdf (51.67Kb)
    02 preliminari.pdf (938.4Kb)
    03 daftar isi.pdf (40.70Kb)
    04 abstract.pdf (83.30Kb)
    05.1 bab 1.pdf (238.1Kb)
    05.2 bab 2.pdf (127.9Kb)
    05.3 bab 3.pdf (452.2Kb)
    05.4 bab 4.pdf (172.1Kb)
    05.5 bab 5.pdf (36.97Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (122.2Kb)
    08 Naska PublikasiI.pdf (962.9Kb)
    15321125.pdf (2.067Mb)
    Date
    2019-08-19
    Author
    NURMALITA NATIA DEWI, 15321125
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian yang berjudul “Perempuan Terpandangang Dalam Film Indonesia” bermula dari sebuah fenomena perempuan dalam media massa yang awalnya dijadikan sebagai pemuas bagi penonton dengan bentuk tubuhnya, akan tetapi kini sudah mulai pudar. Perempuan dalam media menjadi subjek dan tidak di pandang sebelah mata lagi terutama dalam media perfilman. Sehingga membuat sosok perempuan dalam film menjadi pemeran utama dalam alur cerita yang di konstruksikan melalui realitas yang ada. Dan sosok perempuan tersebut tampak berwibawa dan tergolong sebagai perempuan terpandang yang dapat memberi pengaruh besar bagi orang banyak. Dengan begitu fenomena tersebut menarik perhatian peneliti, karena peneliti ingin mengetahui bagaimana identitas perempuan terpandang dalam film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, 3 Srikandi dan Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea. Dengan metode semiotika Roland Barthes yang mengungkapkan makna dari tanda verbal dan non verbal dengan dua tahap yaitu denotasi dan konotasi serta dikaitkan dengan mitos yang berkembang dalam masyarakat. Kemudian dianalisis berdasarkan pandangan kritis menemukan sebanyak 14 scene yang menunjukan identitas perempuan terpandang dalam film Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa identitas perempuan terpandang dalam ketiga film tersebut didasari oleh sembilan karakter yang ditunjukan melalui perilaku dan dialog yang dilontarkan dari seorang perempuan terhadap lawan jenisnya. Serta adanya budaya patriarki, dukungan orang tua dan keluarga menjadi faktor pembentuk sembilan karakter tersebut.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/16157
    Collections
    • Communication [1408]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV