• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    IMPLIKASI PERUBAHAN SISTEM PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DI INDONESIA TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN DAN PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN PASCA REFORMASI

    Thumbnail
    View/Open
    1_COVER.pdf (1.221Mb)
    BAB I.pdf (3.721Mb)
    BAB II.pdf (3.547Mb)
    BAB III.pdf (3.526Mb)
    BAB IV.pdf (6.674Mb)
    BAB V.pdf (455.7Kb)
    DAFTAR PUSTAKA.pdf (888.2Kb)
    Date
    2019-12-20
    Author
    MELISA FITRIA DINI, 12912093 S.H.
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Adapun permasalahan dalam penelitian ini, pertama, apakah implikasi perubahan sistem pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung terhadap pertanggungjawaban Presiden dan Wakil Presiden? Kedua, apakah implikasi perubahan sistem pemilihan Presiden dan Wakil presiden secara langsung terhadap mekanisme pemberhentian presiden dan wakil presiden? Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menyimpulkan, pertama, implikasi perubahan pengaturan sistem pemilihan Presiden dan Wakil Presiden terhadap pertanggungjawaban Presiden dan Wakil Presiden adalah: (i) Memunculkan sistem presidensial yang tidak transparan. Dalam Pasal 2 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tidak diatur tentang laporan pertanggungjawaban Presiden. Kekuasaan Presiden yang begitu besar tanpa pertanggungjawaban akan menggiring Presiden ke arah kekuasaan absolut yang mengancam demokrasi; (ii) Pelemahan Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai fungsi Lembaga Perwakilan. Ketiadaan pengaturan pertanggungjawaban Presiden dan Wakil Presiden dalam praktik bernegara di Indonesia pasca reformasi mengabaikan “kehendak luhur” Founding Fathers yang menginginkan tradisi asli indonesia; (iii). Ketiadaan pertanggungjawaban Presiden bertentangan dengan prinsip agama Islam karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannnya di dunia dan di akhirat. Kedua, Implikasi perubahan pengaturan sistem pemilihan Presiden dan Wakil Presiden terhadap pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden adalah: (i) Dilaksanakannya Sidang Tahunan MPR. Namun, dasar hukum pengaturan sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat masih belum kuat karena: pertama, konvensi ketatanegaraan sifatnya yang tidak tertulis dan dapat dikalahkan dengan norma hukum tertulis. Kedua, daya ikat Tata Tertib MPR hanya berlaku ke internal; (ii) MPR Potensial mengingkari putusan Mahkamah Konstitusi. Keputusan MPR tidak dapat digugat dalam lingkup kekuasaan kehakiman; (iii) Menghidupkan Gagasan Haluan Negara. Setelah reformasi, Haluan Negara berubah wujud menjadi Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan dijadikan sebagai haluan Negara dalam segala bidang pembangunan. Model pengawasan ini belum efektif karena instansi pengawas bagian dari eksekutif. Selain itu, tidak ada sanksi bagi Presiden jika tidak melaksankan RPJMN secara berlanjut.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/15298
    Collections
    • Master of Law [1560]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • Analisis Tentang Aturan Netralitas Kepala Daerah Dalam Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden 2019 (Studi Terhadap Deklarasi Dukungan Pasangan Calon Presiden & Wakil Presiden Oleh Gubernur Jateng) 

      M. YAZID REZEBTIAJI (Universitas Islam Indonesia, 2019-09-16)
      Studi ini bertujuan untuk mengetahuo Analisi tentang Aturan Netralitas Kepala Daerah dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 (Studi terhadap deklarasi dukungan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden oleh ...
    • Pengaruh Peristiwa Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden 20 Oktober 2014 Terhadap Abdnormal Return Dan Volume Perdagangan Saham (Studi Pada Perusahaan LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia) 

      Fajar, Rahmat (Universitas Islam Indonesia, 2017-02-12)
      This sudy was aimed to know the differences between the average abnormal return earned by investors and average trading volume activity before and after the Inauguration of President and Vice President on October 20, 2014 ...
    • Pelaksanaan Hak Prerogatif Presiden di Indonesia Studi Kasus Pengangkatan dan Pemberhentian Menteri Di Pemerintahan Presiden Joko Widodo 

      Nika, Imroatun, 13410525 (Universitas Islam Indonesia, 2017-05-24)
      Studi ini bertujuan untuk mengetahuitentang pelaksanaan Hak Prerogatif yang dimiliki oleh Presiden selaku Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara.Penelitian ini menekankan pada Hak Prerogatif Presiden dalam pengangkatan ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV