• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENERAPAN LEAN SIX SIGMA UNTUK MEMINIMASI WASTE DEFECT DAN MEREDUKSI CO² PADA PROSES PRODUKSI SARUNG TANGAN KULIT (STUDI KASUS: CV GLOBAL GLOVE)

    Thumbnail
    View/Open
    01 COVER.pdf (21.32Kb)
    02 PRELIMINARI.pdf (1.396Mb)
    03 DAFTAR ISI.pdf (315.1Kb)
    04 ABSTRACT.pdf (284.3Kb)
    05.1 BAB 1.pdf (403.3Kb)
    05.2 BAB 2.pdf (821.0Kb)
    05.3 BAB 3.pdf (283.0Kb)
    05.4 BAB 4.pdf (1.916Mb)
    05.5 BAB 5.pdf (373.8Kb)
    05.6 BAB 6.pdf (196.0Kb)
    06 DAFTAR PUSTAKA.pdf (414.5Kb)
    07.1 LAMPIRAN 1.pdf (605.1Kb)
    07.2 LAMPIRAN 2.pdf (741.9Kb)
    07.3 LAMPIRAN 3.pdf (761.6Kb)
    Date
    2018-08-03
    Author
    Rizky Kurniawan, 14522180
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    CV Global Glove (GG) adalah salah satu perusahaan di Klaten, Jawa Tengah yang bergerak dalam bidang pembuatan sarung tangan kulit. Pada proses produksi di CV GG, masih terdapat pemborosan (waste). Agar dapat meminimasi pemborosan tersebut, kelancaran produksi menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan perusahaan agar perusahaan tetap bertahan dalam persaingan atau bahkan dapat meningkatan profit dari segi economic. Selain mendapatkan profit suatu perusahaan akan menghasilkan dampak sampingan yaitu berupa limbah yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan, maka diperlukan perbaikan dari segi environmental. Penelitian ini dilakukan perhitungan 12 periode yaitu februari 2018 – april 2018. Digunakan metode WAM (waste assessment model) dan konsep reduction CO² untuk mengatasi masalah yang ada di CV GG. Hasilnya menunjukan bahwa waste defect merupakan waste tertinggi dengan persentase 23,73%. Hal yang menyebabkan terjadi waste defect dari faktor manusia adalah operator terburu-buru, tidak fokus pada pekerjaan, kurang teliti dan kurang pengawasan. Dari faktor mesin adalah jarum tumpul, lengkungan pola kotor dan kurang perawatan mesin. Dari faktor metode adalah SOP yang tidak jelas. Dari faktor lingkungan adalah lingkungan kerja tidak rapi dan penerangan kurang pas serta dari faktor material adalah kerusakan bahn baku dari konsumen, kondisi benang yang tidak baik, benang yang saling terkait, lem kurang merata dan bahan berkedut. Berdasarkan perhitungan nilai RPN FMEA AHP didapatkan mode kegagalan yang disebabkan oleh bahan berkedut dengan RPN 8,140, lem tidak merata dengan RPN 7.936, operator terburu-buru dengan RPN 7.809, lengkungan pola kotor dengan RPN 7.541 dan gunting tumpul dengan RPN 7.535. Dengan adanya produk cacat maka CV GG mengalami kerugian economic sebesar Rp. 5.261.116 yang merupakan kerugian dari material dan listrik untuk merework produk cacat. Dari produksi yang dilakukan CV GG selama ini di hasilkan emisi gas karbon sebesar 11.09517794 KgCo2/hari, untuk menyerap emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksi CV GG maka memerlukan RTH seluas 180 m² untuk menanam 30 pohon jati dan 84 m² untuk menanam 14 pohon mahoni.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10785
    Collections
    • Industrial Engineering [2834]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV