• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    MANAJEMEN KOMUNIKASI BENCANA BPBD KABUPATEN MAGELANG DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI

    Thumbnail
    View/Open
    NASKAH PUBLIKASI.pdf (531.3Kb)
    SKRIPSI.pdf (3.183Mb)
    Date
    2018-06-07
    Author
    SUNNORA MEILISA KAHARJONO, 14321069
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Gunung Merapi yang terletak di perbatasan empat Kabupaten yakni Kabupaten Sleman, Provinsi D I Yogyakarta. Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali Provnsi Jawa Tengah, merupakan Gunung teraktif di Indonesia. Pada tahun 2010 Gunung Merapi mengalami erupsi besar dalam kurun waktu 140 tahun terakhir. Dampak yang ditimbulkan bencana erupsi gunung merapi banyak menelan korban jiwa, hingga infrastruktur yang hancur karena awan panas. Penelitian ini berfokus pada Manajemen Komunikasi Bencana BPBD Kabupaten Magelang dalam Pengurangan Resiko Bencana Erupsi Gunung Merapi. Berdasarkan kerangka pikir tersebut, penelitian ini hendak menjawab pertanyaan : Bagaimana strategi mitigasi bencana Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menghadapi ancaman bencana Erupsi Merapi? Bagaimana Pemerintah Magelang mengkomunikasikan strategi mitigasi bencana tersebut kepada masyarakat dan stakeholders terkait? Serta pola komunikasi apa yang di gunakan BPBD Magelang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil narasumber yakni Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Magelang, Kepala Seksi Pencegahan, Kepala Seksi Kedaruratan, Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), OPRB Desa Kalibening Kec. Dukun, OPRB Desa Tanjung dan Adikarto Kec. Muntilan. Penelitian ini menemukan beberapa hal penting yakni, pertama BPBD Magelang menggunakan strategi mitigasi bencana berupa desa bersaudara (sister village) dan desa tangguh bencana (Destana). Kedua cara BPBD Magelang menyampaikan segala jenis informasi kebencanaan dengan mengadakan sosialisasi, pelatihan, simulasi dan apel siaga. Ketiga dari cara penyampaian informasi tersebut, penulis menemukan model komunikasi bencana pada saat normal menggunakan arus komunikasi secara struktural dan non struktural. Sedangkan model komunikasi bencana pada saat darurat menggunakan arus komunikasi non struktural. Keempat pola komunikasi yang BPBD Magelang disaat keadaan normal menggunakan pola komunikasi struktur rantai (chain) dan pola komunikasi struktur roda (wheel). Sedangkan pola komunikasi disaat keadaan darurat BPBD Magelang menggunakan pola komunikasi struktur “Y”. Dalam pola komunikasi memiliki posisi sentral yang dianggap sebagai pemimpin. Posisi sentral pola komunikasi rantai (chain) dan pola komunikasi roda (wheel), adalah BPBD Kabupaten Magelang. Sedangkan posisi sentral pola komunikasi struktur “Y” adalah BPPTKG Yogyakarta.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/9674
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV