• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERSEROAN TERBATAS TERHADAP HAK ASASI MANUSIA (STUDI TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP HAK EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT LOKAL KABUPATEN KAMPAR PROPINSI RIAU)

    Thumbnail
    View/Open
    DISERTASI 65.pdf (13.26Mb)
    Date
    2013-06-28
    Author
    FIRDAUS, 07932012
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perseroaan telah berkembang menjadi entitas sosial yang berkemampuan dalam melanggar dan membela HAM. Secara akademik apakah perusahaan sebagai entitas privat dapat ditarik masuk ke dalam HAM. Berbagai praktek pengelolaan SDA, khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit (PPKS), menyebabkan hilang atau berkurangnya hak EKOSOS masyarakat lokal, sehingga menimbulh konflik antara masyarakat PPKS. Penelitian TJSLPT terhadap HAM menggunakan pendekatan hukum normatif dan hukum non-dohal. Metode normatif, difokuskan pada konsep dan dasar kewajiban dan pengaturan TJSLPT terhadap hak EKOSOS masyarakat lokal oleh PPKS. Metode nondoctrinal, mengarnati secara langsung penerapan TJSLPT oleh PPKS terhadap hak EKOSOS masyarakat lokal. Lokasi penelitian di daerah kabupaten Kampar, karena seluruh masyarakat aslinya merupakan masyarakat lokal. Penelitian TJSLPT terhadap HAM memberikan sumbangsih pemikiran dan alternatif pemecahaan terhadap berbagai konflik PPKS dan masyarakat lokal, karena prinsip TJSLPT adalah keseirnbangan yang meletakkan hak dan kewajiban bagi pemangku kepentingan dalam perkebunan kelapa sawit. Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, perseroan bertanggung jawab terhadap HAM, dan pelanggaran atas HAM oleh perseroan dapat diadili, Tidak ada irnunitas bagi perseroan yang melanggar HAM. Telah terjadi pelanggaran HAM oleh perseroan, karena perseroan adalah subyek hukum yang memiliki kemampuan melanggar HAM dan kadangkala melebihi kemampuan suatu negara. Kewajiban TJSLPT terhadap HAM dikarenakan tidak adanya jaminan kepatuhan perseroan untuk bertanggung jawab terhadap HAM secara suka rela. Kedua, usaha PPKS bersentuhan dan telah mengakibatkan hilangnya hak EKOSOS masyarakat lokal, karena perkebunan sawit lebih diorientasikan untuk kepentingan ekonomi. Telah terjadi pelanggaran HAM oleh PPKS terhadap hak EKOSOS masyarakat lokal. Ketiga, pengaturan mekanisme TJSLPT belum memadai secara teknis, dan peraturan yang ada masih saling bertentangan. Penerapan TJSLPT oleh PPKS belum terencana dan terprogram dengan baik, cenderuang bersifat kedermawanan, penerapan belum bersumber dari kebutuhan EKOSOS masyarakat lokal untuk jangka walctu yang panjang. PPKS belum menyadari bahwa pengelolaan SDA bertalian dengan perwujudan kemakmuran masyarakat.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/9420
    Collections
    • Doctor of Law [145]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV