• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    BEDA PENDAPAT ATAS PENILAIAN BUKTI SEBAGAI ALASAN PENGAJUAN PENINJAUAN KEMBALI (Studi Kasus tentang Penyelesaian Sengketa Merek "Ager-ager Swallow Globe")

    Thumbnail
    View/Open
    RTB 288.pdf (3.695Mb)
    Date
    2009-03-05
    Author
    ALINGGA PUTRA SUYITNO, 07.M.2276
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam kusus 'Ager-ager Swallow Globe" pengajuan PK oleh Penggugat Asal, mengemukakan alasan yang pada pokoknya : Majelis Hakim Kasasi &lam Putusannya No. 08 X/7V,aKI/2002, ternyata tidak mempertimbangkan adanya ketidaksesuaian dalm penulisan kafa atau huruf atau ketidaksesuaian dalm penggunaan warna atau susunan warna yang berbeda antara merek yang dipakai dengan merek yang didaftarkan. Kemudian tidak memperhatikun adanya iktikud buruk dari Tergugat &lam pemakaian mereknya yang telah meniru dan menjiplak susunan wama milik Penggugat, yang memt hukum ham dilindungi dan berhak memperoleh perlindungan hukum. Kesemuanya itu, merupakun adanya kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata. Keberatan PK yang diajukan oleh Pemohon, yang ternyata merupakan kesimpulan yang berbeda antara : 'pertimbangan hkum Hakim Kmsi dengan alas&beratan Pemohon PK" yang bersumber pada penilaian buh-bukti, maku 'berbedaan pendapat " ini, tidak dapat diartikan atau dikutegorikun sebagai kekhilafan atau kekeliruan yang nyata dari Hakim" ex Pasal 67 hunrf f UU No. 14 Tahun 1985. Pennasalahan hukum yang munml addah "apakah beda pedpat atas penilaian bukti tentang kekhilafan dan kekeliruan yang nyata pada kusus Merek "Ager-ager Swallow Globe" &pat dijadikan sebagai alasan untuk pengajuan Peninjauan Kembali? " Metode penelitian yang digunakan adabh penelitian hukum nonnahf yaitu menganalisis permasalahan dari sudut pandang atau menurut ketentuan hukum atau perundang-undangan yang berlaku. Bahan hukum yang dipergunakun adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Untuk memjang penelitian hukum nonnahyini digunakm juga wawancara kepaBa narasumber seperti hakim dan ahli di bihg hukum HKI dan hukum acara. Analisis datanya adalah malitis kualitatij Pengajuan PK pada kasus 'ilger-ager Swallow Globe" sebenarnya secara prosedural merupakan tindakan yang dibenarkan secara teoritik normat$ Hal ini disebabkan kusus ini telah menempuh upaya hukum ke pengadilan tingkut pertama melalui pengadilan niaga, tingkut kasasi melalui Mahkamah Agung. Dan menurut ketentuan UU No. 15 Tah 2001 &lam ha1 sengketa merek telah menempuh upaya hukum kasasi maka dimungkinkan melakukun upaya hukum PK sebagai upaya hukum luar biasa. Asalkan memenuhi alasan-alasan yang dibenarkan. Sementara itu, dilihat dari alasan hukum pengajuan PK dalam hs "Ageruger Swallow Globe" sangat jelas bahwa pemohon PK &lam kasus ini dapat dibenarkan mengajukun PK dengan alasan adanya putusan yang mengandung unsur kekhilafan dan kekeliruan yang nyata, tetapi untuk menentukun adanya alasan ini, maku majelis PK lah yang berhak untuk itu. Maku, penolakan PK atas kasus'Ager-ager Swallow Globe" dengan alasan tersebut oleh majelis PK menjadi putusan yangfinal.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/9212
    Collections
    • Master of Law [1570]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV