• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KONSTRUKSI HUKUM SUKUK BERDASARKAN FIQIH MUAMALAH

    Thumbnail
    View/Open
    M Rizali Komplit.pdf (1.656Mb)
    Date
    2010-02-20
    Author
    MUHAMMAD RIZALI, 08912387
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan konstruksi hukum sukuk yang ada saat ini dan meninjau kesesuaian konstruksi hukum tersebut berdasarkan tinjauan fiqih muamalah. Analisa dilakukan terhadap konstruksi hukum sukuk yang dibandingkan dengan konstruksi hukum obligasi konvensional serta tinjauan fiqih muamalah konstruksi hukum sukuk tersebut yang meliputi landasan sukuk dengan menjadikan sukuk sebagai suatu kemashlahatan, konstruksi akad mudhārabah dan ijārah, perdagangan sukuk yang dihubungkan dengan jual beli hutang (bai’ al-dayn), dan sukuk dalam investasi yang bercampur antara komoditas halal dan haram. Penelitian ini bersifat yuridis normatif. Untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis melakukan telaah atas bahan-bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang diperoleh dideskripsikan secara interpretatif dengan menjelaskan permasalahan yang diteliti. Dengan menggunakan teknik analisis komparatif dan talfiq penelitian ini menghasilkan temuan: (1) Terdapat persamaan secara umum antara konstruksi hukum sukuk dan obligasi, perbedaan sukuk dan obligasi hanya meliputi; Wali amanat yang dapat berfungsi sebagai SPV, kontroversial perdagangan sukuk di Pasar Sekunder, adanya keterlibatan DSN, jenis-jenis dan pendapatan sukuk yang ditentukan oleh konstruksi akadnya, dan batasan-batasan syariah dalam pembiayaan sukuk. (2) Dalam tinjauan fikih muamalah sukuk merupakan sesuatu yang bersifat kemashlahatan sehingga dapat diterima sebagai suatu instrumen keuangan Islam, namun hal ini masih menimbulkan persoalan yang meliputi; ketidaktepatan penggunaan akad ijārah yang dalam praktiknya menggunakan akad ijārah muntahiya bi al-tamlīk untuk konstruksi sukuk ijarah, perdagangan sukuk di pasar sekunder yang belum habis masa temponya, ketentuan sukuk dalam investasi yang bercampur antara komoditas halal dan haram dengan ketentuan serta batasan tidak melebihi ukuran kedaruratannya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8993
    Collections
    • Master of Law [1560]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV