• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    HUBUNGAN PENYALAHGUNAAN KEADAAN DAN KETIDAKSEIMBANGAN PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN (Studi Kasus Antara PT. Paritas Bumi Kencana Dengan PT. Bukit Makmur Mandiri Utama)

    Thumbnail
    View/Open
    indah mahniasari fix.pdf (1.367Mb)
    Date
    2009-08-29
    Author
    INDAH MAHNIASARI, 08912342
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti telah melakukan perjanjian. Namun, terkadang masyarakat tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah perjanjian. Perkembangan yang semakin dinamis membuat bentuk dan cara perjanjian juga semakin berkembang. Namun, semua itu tidak seluruhnya membawa dampak yang positif, terlebih bagi para pihak yang melakukan perjanjian secara langsung. Perjanjian yang diatur secara khusus dalam buku ke III KUHPerdata tidak dapat sepenuhnya memberikan perlindungan bagi pihak yang berada pada posisi lemah. Suatu perjanjian pada hakekatnya adalah suatu pertukaran kepentingan dari satu pihak dengan pihak yang lain. Namun, untuk mencapai suatu posisi yang seimbang bukan suatu hal yang mudah. Salah satu faktor yang menyebabkan perjanjian tidak seimbang adalah adanya penyalahgunaan keadaan. Penyalahgunaan keadaan ini tidak diatur dalam buku ke III KUHPerdata. Penyalahgunaan keadaan ini adalah doktrin yang berkembang di Negara common law dan juga Indonesia yang berasal dari yurisprudensi. Penyalahgunaan keadaan yang sering banyak dilakukan adalah penyalahgunaan keadaan secara ekonomis. Pada saat penyalahgunaan ini terjadi secara tidak sadar para pihak telah terjebak ke dalam sesuatu yang salah. Namun, karena ada kekuatan ekonomi yang mendominasi perjanjian ini secara tidak langsung, “mau tidak mau” harus menerima dan menjalankan perjanjian yang “telah disepakati” bersama. Hubungan yang sangat erat terjalin antara penyalahgunaan keadaan dengan ketidakseimbangan para pihak. Suatu penyalahgunaan keadaan akan mengakibatkan pada ketidakseimbangan pada pihak dalam perjanjian. Ketika penyalahgunaan keadaan ini terjadi yang menyebabkan pada ketidakseimbangan para pihak, pihak yang lemah dapat mengajukan pembatalan atas perjanjian tersebut karena penyalahgunaan keadaan termasuk dalam cacat kehendak yang terkait dengan kesepakatan secara khusus diatur dalam 1321 KUHPerdata. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membuat suatu karya thesis dengan judul Hubungan Penyalahgunaan Keadaan dan Ketidakseimbangan Para Pihak Dalam Perjanjian (Studi Kasus Antara PT. Paritas Bumi Kencana Dengan PT. Bukit Makmur Mandiri Utama)
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8817
    Collections
    • Master of Law [1560]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV