• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PEMILIHAN KEPALA DAERAH DALAM PROSES DEMOKRATISASI DI DAERAH (STUDI PERBANDINGAN MENURUT UU NO. 22 TAHUN 1999 DAN UU NO. 32 TAHUN 2004)

    Thumbnail
    View/Open
    RTN 315.pdf (3.073Mb)
    Date
    2011-06-05
    Author
    AGUS SALIM, 08912328
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perubahan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden dari sistem perwakilan ke sistem pemilihan langsung merupakan suatu kemajuan signifikan bagi perkembangan demokrasi di Indonesia pasca reformasi. Perubahan tersebut diikuti oleh perubahan yang sama pada sistem politik lokal. Pemilihan kepala daerah mulai bulan Juni 2005 juga telah dilaksanakan secara langsung oleh rakyat di berbagai daerah. Seiring perkembangan demokrasi dan perubahan pada sistem politik lokal, timbul pula berbagai permasalahan dalam implementasinya, seperti money politik dan biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang ditanggung pemerintah daerah dalam bentuk APBD yang sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem pemilihan kepala daerah melalui pemilihan oleh DPRD berdasarkan UU No. 22 . Tahun 1999, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem pemilihan kepala daerah melalui rakyat berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004, dan untuk mengetahui pemilihan kepala daerah yang ideal. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan bersifat yuridis normatif Data penelitian setelah dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, diperoleh hasil bahwa kekurangan Pemilukada oleh DPRD, meliputi: terjadi politik uang; mengabaikan aspek kapabilitas; Partai politik yang kalah sering tidak mau menerima kekalahannya. Kelebihan Pemilukada oleh DPRD, meliputi: dapat meminimalisir praktek money politic; kepala daerah dapat langsung bertanggungjawab kepada DPRD atas segala kebijakan yang diambil; kontrol rakyat kepada kepala daerah terpilih dapat maksimal; bias saling mengawasi dengan konsep cheh and balances diantara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kelebihan sistem pemilihan kepala daerah melalui rakyat, meliputi: makna kedaulatan ditangan rakyat akan nampak secara nyata; kepala daerah memiliki legitimasi yang kuat; kepentingan rakyat memperoleh perhatian yang lebih besar; permainan politik uang akan dapat dikurangi, sedangkan kelemahannya, meliputi memerlukan biaya yang besar; mengutamakan figur publik (public figure); kemungkinan akan terjadi konflik horisontal antar pendukung apabila kematangan politik rakyat di suatu daerah belurn cukup matang; kemungkinan kelompok minoritas akan tersisih. Beberapa C idealitas Pemilukada itu antara lain partisipasi rakyat yang tinggi dengan penggunaan hak pilih yang cerdas, proses elektoral berkualitas, terpilihnya kepala daerah yang berkualitas, pemilukada itu sendiri berjalan efektif, yaitu mencapai idealitas atau tujuan yang diharapkan dan efisien artinya tidak menelan biaya finansial, politik dan sosial yang di luar batas kewajaran. Selanjutnya, pasca Pemilul,z;ia, pemda bekerja di atas prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8719
    Collections
    • Master of Law [1560]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV