• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENEGAKAN HUKUM PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR Dl JALAN Dl DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Thumbnail
    View/Open
    RTN 236.pdf (5.319Mb)
    Date
    2008-11-24
    Author
    DEDl KURNIAWAN, 059121 53
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini berjudul PENEGAKAN HUKUM PEMERIKSAAN KENEAMAN BERMOTOR DIJ44LhN DI DAEIMH ISTMEWA YOGYAKARTA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh wewenang pelaksanaan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan, yang menurut Undang-undang nomor 14 tahun 1992 tentang lalu iintas dan angkutan jalan wewenang pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan itu berada pada 2 (dua) instansi, yaitu ; pertama, pada Kepolisian Republik Indonesia, yang kemudian wewenang tersebut secara struktural dikendalikan oleh Polisi Lalu lintas. Kedua, pada Dinas Perhubungan. Dalam pelaksanaannya, ternyata peran Dinas Perhubungan dalam pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan hampir tidak tampak, sedangkan peran Polisi Lalu lintas dalam pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan justru sangat luas dan hampir tidak terbatas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis, historis dan politis. Pendekatan yuridis dilakukan mengingat bahwa yang akan diungkap adalah Undang- Undang Nomor 14 Tahun 1992. Pendekatan historis dilakukan mengingat bahwa pertnasalahan yang terjadi tidak terlepas dari sejarah berdirinya dan sejarah pembagian wewenang tersebut. Kemudian pendekatan politis dilakukan mengingat adanya kemungkinan pembagian wewenang dalam ketentuan Undang-undang tersebut terkooptasi oleh kepentingan politik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa hukum di Negara ini belum dapat sepenuhnya ditegakkan. Proses penegakkan hukum seringkali dirasuki oleh kepentingan-kepentingan masing-masing pihak yang itu semua nantinya akan berujung pada materi. Dengan dalih membantu Dinas Perhubungan, Polisi Lalu lintas kemudian mengambilalih hampir seluruh wewenang yang harusnya ada pada Dinas Perhubungan Menurut Undang-Undang Nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu lintas dan Angkutan jalan. Perlu adanya pembinaan dan pengawasan lebih lanjut terhadap kedua belah pihak yang berwenang melakukan pemeriksaan kendaraan berrnotor di jalan, agar dalam pelaksanaan kewenangannya tidak terjadi kesalahan yang mengarah ke penyerobotan wewenang dan tumpang tindihnya pelaksanaan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan. Agar kedua belah pihak dapat bekerja secara profesional dan mandiri, masing-masing pihak hendaknya menyadari batasan-batasan wewenangnya masing-masing. Kata
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8622
    Collections
    • Master of Law [1559]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV