| dc.contributor.author | Gifani, Muhammad Meizar | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-08T06:26:53Z | |
| dc.date.available | 2026-09-08T06:26:53Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | https://dspace.uii.ac.id/123456789/66872 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi konsumen
atas produk yang tidak terkirim dalam transaksi online melalui endorsement
influencer serta mengetahui tanggung jawab pelaku usaha. Rumusan masalah
mencakup bentuk perlindungan hukum konsumen dan tanggung jawab pelaku
usaha atas kerugian yang timbul. Penelitian ini menggunakan metode yuridis
normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data
yang digunakan merupakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder,
dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen. Data
dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perlindungan
hukum terhadap konsumen atas produk yang tidak terkirim dalam transaksi online
melalui endorsement influencer secara normatif telah diatur pasal 4 huruf h dan
pasal 19 ayat (1) UUPK, bahwa konsumen berhak meminta ganti rugi apabila tidak
sesuai dengan apa yang diperjanjikan. Pelaku usaha masih menunjukkan
kurangnya itikad baik dan tanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya setelah
menerima pembayaran dari konsumen, sehingga menimbulkan kerugian materiil
dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi online. Kondisi
tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pengaturan hukum dan praktik
pelaksanaannya, sehingga diperlukan tanggung jawab pelaku usaha yang lebih
jujur, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi konsumen atas produk yang tidak terkirim dalam transaksi online melalui endorsement influencer serta mengetahui tanggung jawab pelaku usaha. Rumusan masalah mencakup bentuk perlindungan hukum konsumen dan tanggung jawab pelaku usaha atas kerugian yang timbul. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perlindungan hukum terhadap konsumen atas produk yang tidak terkirim dalam transaksi online melalui endorsement influencer secara normatif telah diatur pasal 4 huruf h dan pasal 19 ayat (1) UUPK, bahwa konsumen berhak meminta ganti rugi apabila tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan. Pelaku usaha masih menunjukkan kurangnya itikad baik dan tanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya setelah menerima pembayaran dari konsumen, sehingga menimbulkan kerugian materiil dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi online. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pengaturan hukum dan praktik pelaksanaannya, sehingga diperlukan tanggung jawab pelaku usaha yang lebih jujur, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen | en_US |
| dc.title | Perlindungan Hukum Konsumen atas Produk Tidak Terkirim dalam Transaksi Online melalui Endorsement Influencer di Media Sosial | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 21410417 | |