| dc.description.abstract | Permasalahan lingkungan global dan nasional yang semakin kompleks mendorong
perlunya perubahan pola konsumsi menuju produk berkelanjutan. Mahasiswa
akuntansi sebagai calon agen perubahan memiliki peran strategis dalam mendorong
konsumsi hijau karena memiliki pemahaman terkait transparansi dan akuntabilitas
lingkungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
Green Perceived Value, Green Trust, Green Knowledge, Environmental Concern,
dan Perceived Consumer Effectiveness terhadap Green Purchase Intention (GPI)
pada mahasiswa akuntansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan metode survei. Sampel penelitian merupakan mahasiswa program studi
akuntansi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer
diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural
Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan software
SmartPLS untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural
(inner model). Kerangka teori yang digunakan mengintegrasikan Theory of Planned
Behavior (TPB) dan Value-Belief-Norm Theory (VBN). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu Green Perceived Value,
Green Trust, Green Knowledge, Environmental Concern, dan Perceived Consumer
Effectiveness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Green Purchase
Intention. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi faktor kognitif, afektif, dan
moral mampu membentuk niat pembelian hijau secara komprehensif pada
mahasiswa akuntansi. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pelaku bisnis dan
akademisi bahwa strategi green marketing yang efektif tidak hanya harus
meningkatkan pengetahuan, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan,
menunjukkan nilai tambah, serta memperkuat keyakinan akan efektivitas tindakan
konsumen. | en_US |