| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh environmental concern
terhadap intention to adopt sustainable electric vehicle dengan menggunakan kerangka
Theory of Planned Behavior (TPB) yang diperluas melalui integrasi variabel
environmental concern. Meningkatnya isu perubahan iklim dan emisi karbon dari sektor
transportasi mendorong perlunya adopsi kendaraan yang lebih ramah lingkungan, seperti
mobil listrik. Dalam konteks ini, faktor psikologis dan sosial konsumen menjadi penting
untuk memahami niat adopsi kendaraan listrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran
kuesioner daring kepada 300 responden di Indonesia yang memiliki pengetahuan dan
minat terhadap penggunaan mobil listrik. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan metode Partial Least
Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa environmental concern berpengaruh positif dan
signifikan terhadap subjective norm, attitude, perceived behavioral control, serta secara
langsung terhadap intention to adopt sustainable electric vehicle. Selain itu, subjective
norm, attitude, dan perceived behavioral control juga terbukti berpengaruh positif dan
signifikan terhadap intention to adopt sustainable electric vehicle. Temuan ini
menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan, sikap positif terhadap kendaraan
listrik, dukungan sosial, serta persepsi kemampuan dalam menggunakan teknologi tersebut
merupakan faktor penting dalam meningkatkan niat masyarakat untuk mengadopsi
kendaraan listrik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan otomotif dan
pemerintah perlu meningkatkan edukasi lingkungan, memperkuat komunikasi pemasaran
yang menekankan manfaat lingkungan dari kendaraan listrik, serta menyediakan
infrastruktur dan kebijakan pendukung guna mendorong percepatan adopsi kendaraan
listrik di Indonesia. | en_US |