Show simple item record

dc.contributor.authorSetiadi, Ahmad Wahyu
dc.date.accessioned2026-07-04T08:15:48Z
dc.date.available2026-07-04T08:15:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/64087
dc.description.abstractTingginya angka pengunduran diri perawat, khususnya perawat muda (novice), di tengah penerapan kebijakan nursing clinical ladder system menjadi isu yang dihadapi oleh Rumah Sakit JIH Yogyakarta. Secara regulatif, sistem jenjang karir melalui Permenkes Nomor 40 Tahun 2017 dirancang untuk menjadi instrumen pengembangan profesional. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi jenjang karir seperti penumpukan jumlah perawat pada level Perawat Klinis (PK) III serta belum terisinya level ahli (PK IV dan PK V). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi sistem jenjang karir perawat serta menganalisis implikasinya terhadap persepsi kemandegan karir (career plateau) dan niat keluar (turnover intention). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap lingkungan dan aktivitas kerja perawat, telaah dokumen internal rumah sakit, serta wawancara mendalam terhadap tiga informan yang mewakili unsur manajemen, perawat senior, dan perawat junior. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan regulasi PMK terkait jenjang karir secara administratif telah dijalankan oleh RS JIH, akan tetapi terdapat diskoneksi antara kebijakan pengembangan profesi tersebut dengan kapasitas dukung institusional. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya pemenuhan hygiene factors (rendahnya insentif awal) dan motivator factors (kebuntuan di level menengah) yang memicu tingginya niat keluar pada perawat junior dan persepsi structural career plateau pada perawat senior. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat dimitigasi oleh kuatnya job embeddedness yang bersumber dari budaya kerja Islami dan dukungan sosial antar rekan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem jenjang karir telah berjalan secara administratif, namun mengalami kemacetan fungsional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pihak manajemen untuk merestrukturisasi sistem penyetaraan kompetensi (ekuivalensi non-gelar) untuk naik jenjang, melakukan penyesuaian Jasa Medis (JM) bagi perawat pemula, dan memformalkan program mentorship guna mencegah eksodus tenaga profesional di masa depan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSistem Jenjang Karir Klinisen_US
dc.subjectCareer Plateauen_US
dc.subjectTurnover Intentionen_US
dc.titleSistem Jenjang Karir Klinis dan Dinamika Karir Perawat: Studi Kualitatif Tentang Career Plateau dan Turnover Intention di RS JIH Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22311364


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record