• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Management
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Management
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Sistem Jenjang Karir Klinis dan Dinamika Karir Perawat: Studi Kualitatif Tentang Career Plateau dan Turnover Intention di RS JIH Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    22311364.pdf (2.769Mb)
    Date
    2026
    Author
    Setiadi, Ahmad Wahyu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tingginya angka pengunduran diri perawat, khususnya perawat muda (novice), di tengah penerapan kebijakan nursing clinical ladder system menjadi isu yang dihadapi oleh Rumah Sakit JIH Yogyakarta. Secara regulatif, sistem jenjang karir melalui Permenkes Nomor 40 Tahun 2017 dirancang untuk menjadi instrumen pengembangan profesional. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi jenjang karir seperti penumpukan jumlah perawat pada level Perawat Klinis (PK) III serta belum terisinya level ahli (PK IV dan PK V). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi sistem jenjang karir perawat serta menganalisis implikasinya terhadap persepsi kemandegan karir (career plateau) dan niat keluar (turnover intention). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap lingkungan dan aktivitas kerja perawat, telaah dokumen internal rumah sakit, serta wawancara mendalam terhadap tiga informan yang mewakili unsur manajemen, perawat senior, dan perawat junior. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan regulasi PMK terkait jenjang karir secara administratif telah dijalankan oleh RS JIH, akan tetapi terdapat diskoneksi antara kebijakan pengembangan profesi tersebut dengan kapasitas dukung institusional. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya pemenuhan hygiene factors (rendahnya insentif awal) dan motivator factors (kebuntuan di level menengah) yang memicu tingginya niat keluar pada perawat junior dan persepsi structural career plateau pada perawat senior. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat dimitigasi oleh kuatnya job embeddedness yang bersumber dari budaya kerja Islami dan dukungan sosial antar rekan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem jenjang karir telah berjalan secara administratif, namun mengalami kemacetan fungsional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pihak manajemen untuk merestrukturisasi sistem penyetaraan kompetensi (ekuivalensi non-gelar) untuk naik jenjang, melakukan penyesuaian Jasa Medis (JM) bagi perawat pemula, dan memformalkan program mentorship guna mencegah eksodus tenaga profesional di masa depan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/64087
    Collections
    • Management [5688]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV