Sistem Jenjang Karir Klinis dan Dinamika Karir Perawat: Studi Kualitatif Tentang Career Plateau dan Turnover Intention di RS JIH Yogyakarta
Abstract
Tingginya angka pengunduran diri perawat, khususnya perawat muda (novice), di tengah penerapan
kebijakan nursing clinical ladder system menjadi isu yang dihadapi oleh Rumah Sakit JIH
Yogyakarta. Secara regulatif, sistem jenjang karir melalui Permenkes Nomor 40 Tahun 2017
dirancang untuk menjadi instrumen pengembangan profesional. Namun, fenomena di lapangan
menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi jenjang karir seperti penumpukan jumlah
perawat pada level Perawat Klinis (PK) III serta belum terisinya level ahli (PK IV dan PK V).
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi sistem jenjang karir perawat serta
menganalisis implikasinya terhadap persepsi kemandegan karir (career plateau) dan niat keluar
(turnover intention). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap lingkungan dan aktivitas kerja
perawat, telaah dokumen internal rumah sakit, serta wawancara mendalam terhadap tiga informan
yang mewakili unsur manajemen, perawat senior, dan perawat junior. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan regulasi PMK terkait jenjang karir secara administratif telah
dijalankan oleh RS JIH, akan tetapi terdapat diskoneksi antara kebijakan pengembangan profesi
tersebut dengan kapasitas dukung institusional. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya
pemenuhan hygiene factors (rendahnya insentif awal) dan motivator factors (kebuntuan di level
menengah) yang memicu tingginya niat keluar pada perawat junior dan persepsi structural career
plateau pada perawat senior. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat dimitigasi oleh kuatnya job
embeddedness yang bersumber dari budaya kerja Islami dan dukungan sosial antar rekan kerja.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem jenjang karir telah berjalan secara administratif, namun
mengalami kemacetan fungsional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan
pihak manajemen untuk merestrukturisasi sistem penyetaraan kompetensi (ekuivalensi non-gelar)
untuk naik jenjang, melakukan penyesuaian Jasa Medis (JM) bagi perawat pemula, dan
memformalkan program mentorship guna mencegah eksodus tenaga profesional di masa depan.
Collections
- Management [5688]
