• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PEKAN BUDAYA TIONGHOA TAHUN 2017 DI YOGYAKARTA

    Thumbnail
    View/Open
    Alhamdulillah DONE. (Naskah Publikasi).pdf (424.2Kb)
    Alhamdulillah DONE. (Skripsi).pdf (1.848Mb)
    Date
    2018-03-15
    Author
    Rizky Muhammad Dillon, 11321033
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis pelaksasanaan strategi komunikasi pemasaran Pekan Budaya Tionghoa tahun 2017 di Yogyakarta; 2) Untuk menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran Pekan Budaya Tionghoa tahun 2017 di Yogyakarta. Paradigma penelitian dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian yaitu 1 orang Kepala Bagian Promosi Wisata Dinas Pariwisata DIY dan 1 orang Panitia Event Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta dari Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC), pelaku usaha stand makanan, mahasiswa pengunjung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Strategi komunikasi pemasaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta oleh Dinas Pariwisata DIY dilaksanakan dengan bekerjasama dengan media cetak dan elektronik lokal dan nasional untuk publikasi, membuat pamflet. JCACC melakukan aktivitas promosi melalui media sosial yaitu instagram, facebook fanspage, website. JACC membuka sponsorship, donatur, membuka stand kuliner, lomba. 2) Faktor pendukung diantaranya dukungan finansial yang diperoleh dari sponsorship, dana dari dinas yang berasal dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) walau masih minim, kediaan memberikan dana dari para donatur masyarakat Tionghoa yang ada di Yogyakarta. Faktor penghambat diantaranya adalah dana yang dibutuhkan besar semantara dari pihak pemerintah daerah dana yang diberikan masih minim. Selanjutnya faktor penghambat yang terjadi adalah keterbatasan jumlah SDM yang melakukan kepengurusan Pekan Budaya Tionghoa.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/6337
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV