Show simple item record

dc.contributor.authorFarizi, Rafdi Luthfan
dc.date.accessioned2026-05-25T04:08:30Z
dc.date.available2026-05-25T04:08:30Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62992
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas pasar saham pasca pengumuman kebijakan tarif resiprokal Donald Trump pada awal April 2025 melalui tiga indikator utama, yaitu perubahan volatilitas, abnormal return, dan abnormal volume perdagangan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain event study. Data yang digunakan berupa harga penutupan (closing price) dan volume perdagangan harian yang bersumber dari Investing.com, dengan periode observasi mencakup 40 hari sebelum peristiwa (pre-event), 5 hari pada jendela peristiwa (event window), dan 40 hari setelah peristiwa (post-event). Sampel penelitian terdiri dari 11 indeks saham negara-negara BRICS dan mitranya, yaitu Brazil Broad-Based (IBRA), RTS Index (IRTS), Nifty 500, Shanghai Composite Index (SSEC), FTSE/JSE All Share Index (JALSH), EGX 30 Index, IDX Composite (JKSE), FTSE Malaysia KLCI, NSE All Share, FTSE SET All- Share (FTFSTHA), dan VN Index. Volatilitas diukur menggunakan standar deviasi return, kemudian diuji signifikansinya menggunakan F-Test Two-Sample for Variances untuk membandingkan varians periode pre-event dan post-event. Sementara itu, abnormal return dan abnormal volume dianalisis menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS) berbasis variabel dummy (EventWindow dan PostEvent) untuk menangkap dampak peristiwa secara langsung serta efek lanjutan setelah peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebijakan tarif resiprokal bersifat heterogen lintas negara: perbedaan volatilitas terbukti signifikan pada sebagian indeks, abnormal return cenderung negatif dan signifikan pada mayoritas indeks, sedangkan abnormal volume tidak menunjukkan pola peningkatan yang konsisten secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa guncangan kebijakan perdagangan lebih cepat tercermin pada penyesuaian risiko dan harga dibandingkan pada respons volume agregat, sehingga strategi mitigasi risiko lintas pasar menjadi krusial dalam menghadapi ketidakpastian kebijakan eksternal.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRegresi OLSen_US
dc.subjectBRICS dan mitraen_US
dc.subjectTarif Resiprokalen_US
dc.subjectEvent Studyen_US
dc.subjectVolatilitasen_US
dc.subjectAbnormal Returnen_US
dc.subjectAbnormal Volumeen_US
dc.titleAnalisis Sensitivitas Harga Saham Pasca Kebijakan Tarif Resiprokal Donald Trumpen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22311091


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record