• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Management
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Management
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Sensitivitas Harga Saham Pasca Kebijakan Tarif Resiprokal Donald Trump

    Thumbnail
    View/Open
    22311091.pdf (6.790Mb)
    Date
    2026
    Author
    Farizi, Rafdi Luthfan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas pasar saham pasca pengumuman kebijakan tarif resiprokal Donald Trump pada awal April 2025 melalui tiga indikator utama, yaitu perubahan volatilitas, abnormal return, dan abnormal volume perdagangan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain event study. Data yang digunakan berupa harga penutupan (closing price) dan volume perdagangan harian yang bersumber dari Investing.com, dengan periode observasi mencakup 40 hari sebelum peristiwa (pre-event), 5 hari pada jendela peristiwa (event window), dan 40 hari setelah peristiwa (post-event). Sampel penelitian terdiri dari 11 indeks saham negara-negara BRICS dan mitranya, yaitu Brazil Broad-Based (IBRA), RTS Index (IRTS), Nifty 500, Shanghai Composite Index (SSEC), FTSE/JSE All Share Index (JALSH), EGX 30 Index, IDX Composite (JKSE), FTSE Malaysia KLCI, NSE All Share, FTSE SET All- Share (FTFSTHA), dan VN Index. Volatilitas diukur menggunakan standar deviasi return, kemudian diuji signifikansinya menggunakan F-Test Two-Sample for Variances untuk membandingkan varians periode pre-event dan post-event. Sementara itu, abnormal return dan abnormal volume dianalisis menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS) berbasis variabel dummy (EventWindow dan PostEvent) untuk menangkap dampak peristiwa secara langsung serta efek lanjutan setelah peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebijakan tarif resiprokal bersifat heterogen lintas negara: perbedaan volatilitas terbukti signifikan pada sebagian indeks, abnormal return cenderung negatif dan signifikan pada mayoritas indeks, sedangkan abnormal volume tidak menunjukkan pola peningkatan yang konsisten secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa guncangan kebijakan perdagangan lebih cepat tercermin pada penyesuaian risiko dan harga dibandingkan pada respons volume agregat, sehingga strategi mitigasi risiko lintas pasar menjadi krusial dalam menghadapi ketidakpastian kebijakan eksternal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62992
    Collections
    • Management [5412]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV