Analisis Sensitivitas Harga Saham Pasca Kebijakan Tarif Resiprokal Donald Trump
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas pasar saham pasca
pengumuman kebijakan tarif resiprokal Donald Trump pada awal April 2025
melalui tiga indikator utama, yaitu perubahan volatilitas, abnormal return, dan
abnormal volume perdagangan. Pendekatan penelitian menggunakan metode
kuantitatif dengan desain event study. Data yang digunakan berupa harga penutupan
(closing price) dan volume perdagangan harian yang bersumber dari Investing.com,
dengan periode observasi mencakup 40 hari sebelum peristiwa (pre-event), 5 hari
pada jendela peristiwa (event window), dan 40 hari setelah peristiwa (post-event).
Sampel penelitian terdiri dari 11 indeks saham negara-negara BRICS dan mitranya,
yaitu Brazil Broad-Based (IBRA), RTS Index (IRTS), Nifty 500, Shanghai
Composite Index (SSEC), FTSE/JSE All Share Index (JALSH), EGX 30 Index,
IDX Composite (JKSE), FTSE Malaysia KLCI, NSE All Share, FTSE SET All-
Share (FTFSTHA), dan VN Index. Volatilitas diukur menggunakan standar deviasi
return, kemudian diuji signifikansinya menggunakan F-Test Two-Sample for
Variances untuk membandingkan varians periode pre-event dan post-event.
Sementara itu, abnormal return dan abnormal volume dianalisis menggunakan
regresi Ordinary Least Squares (OLS) berbasis variabel dummy (EventWindow dan
PostEvent) untuk menangkap dampak peristiwa secara langsung serta efek lanjutan
setelah peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebijakan tarif
resiprokal bersifat heterogen lintas negara: perbedaan volatilitas terbukti signifikan
pada sebagian indeks, abnormal return cenderung negatif dan signifikan pada
mayoritas indeks, sedangkan abnormal volume tidak menunjukkan pola
peningkatan yang konsisten secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa
guncangan kebijakan perdagangan lebih cepat tercermin pada penyesuaian risiko
dan harga dibandingkan pada respons volume agregat, sehingga strategi mitigasi
risiko lintas pasar menjadi krusial dalam menghadapi ketidakpastian kebijakan
eksternal.
Collections
- Management [5412]
