• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perdagangan Barang Tiruan yang menggunakan Merek “high End” Berdasarkan UU No 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis di Wilayah Free Trade Zone Perdagangan Barang Tiruan yang menggunakan Merek “high End” Berdasarkan UU No 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis di Wilayah Free Trade Zone (Studi di Kota Batam)

    Thumbnail
    View/Open
    21410071.pdf (1.216Mb)
    21410071 Bab 1.pdf (409.0Kb)
    21410071 Daftar Pustaka.pdf (164.0Kb)
    Date
    2025
    Author
    Aurora, Qhandisya Chintya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas mengenai perdagangan barang tiruan yang menggunakan merek “HIGH END” berdasarkan uu no 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis di wilayah Free Trade Zone (studi di kota batam). Latar belakang masalah yang ada yakni Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam sektor perdagangan global, termasuk di Indonesia. Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap produk bermerek mewah atau High End, marak terjadi praktik perdagangan barang tiruan yang melanggar hak atas merek, khususnya di kawasan Free Trade Zone (FTZ) seperti Kota Batam. Barang-barang tiruan ini umumnya meniru merek-merek ternama seperti Louis Vuitton, Hermès, hingga Longchamp, dan banyak berasal dari luar negeri, terutama Tiongkok. Fenomena ini tidak hanya merugikan pemilik merek dan pelaku usaha yang sah, tetapi juga mengancam integritas sistem hukum dan ekonomi nasional. Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis hadir sebagai dasar hukum perlindungan merek di Indonesia, yang memberi hak eksklusif kepada pemilik merek dan mengatur sanksi pidana atas pelanggaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Sumber data terdiri atas data primer berupa wawancara serta data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah, pertama, Perdagangan barang tiruan bermerek High End di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Kota Batam masih berlangsung secara masif dan sistematis. Pelaku usaha memanfaatkan celah hukum dan lemahnya pengawasan untuk mengedarkan barang palsu, meskipun Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis telah memberikan dasar hukum yang kuat. Lemahnya penegakan hukum disebabkan oleh terbatasnya kewenangan lokal, rendahnya koordinasi antarlembaga, serta kemajuan teknologi produksi yang mempersulit proses identifikasi pelanggaran. Kedua, Faktor penyebab maraknya perdagangan barang tiruan di Kota Batam bersifat struktural, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Status Batam sebagai kawasan FTZ memberikan kemudahan arus barang yang dimanfaatkan untuk mengedarkan produk ilegal. Permintaan tinggi terhadap barang bermerek murah, lemahnya kesadaran hukum, serta budaya konsumtif masyarakat turut memperparah situasi. Selain itu, minimnya penindakan dan pengawasan di titik distribusi lokal semakin memperkuat keberadaan pasar barang tiruan. Ketiga, Penegakan hukum terhadap pelanggaran merek di wilayah FTZ Kota Batam masih belum efektif, baik secara normatif maupun teknis. Kendala utama meliputi terbatasnya wewenang instansi penegak hukum, lemahnya sinergi antar lembaga, keterbatasan alat deteksi, serta fokus pengawasan yang masih berada pada pintu masuk (border enforcement). Upaya preventif seperti edukasi dan pemeriksaan di pasar juga belum optimal. Oleh karena itu, penegakan hukum memerlukan pendekatan terpadu dan adaptif sesuai dengan karakteristik kawasan FTZ.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59587
    Collections
    • Law [3375]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • Analisis Pengaruh Keakraban Merek, Merek Kesukaan, Merek Kepercayaan dan Negara Asal Merek Terhadap Minat Beli Pelanggan Sepatu Merek Nike (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UII) 

      Indriani, Riza Amalia (UII Yogyakarta, 2015-08-20)
      Di era global ini semakin tinggi tingkat persaingan bisnis. Hal ini memaksa perusahaan untuk bisa lebih mengembangkan dan memasarkan produk mereka agar mampu mempertahankan produknya serta memenangkan persaingan. Diikuti ...
    • PENGARUH ASOSIASI MEREK, LOYALITAS MEREK, KESADARAN MEREK, DAN CITRA MEREK TERHADAP EKUITAS MEREK PADA PRIVATE LABEL FASHION DARING 

      Yudistira Dimas Adiputra, 14311216 (Universitas Islam Indonesia, 2018-08-10)
      Ekuitas merek merupakan aspek penting yang ada dalam pemasaran. Terdapat beberapa indikator yang dapat berpengaruh terhada ekuitas merek yaitu asosiasi merek, loyalitas merek, kesadaran merek, dan citra merek. Tujuan dari ...
    • Pengaruh Asosiasi Merek, Kesetiaan Merek, Kesadaran Merek, Dan Citra Merek Terhadap Ekuitas Merek Mie Instan Indomie Pada Mahasiswa Strata 1 Yang Merantau Di Yogyakarta 

      DENI SAPUTRA (Universitas Islam Indonesia, 2021-04-21)
      Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dimensi Ekuitas Merek yang mempengaruhi Ekuitas Merek mie instan Indomie pada mahasiswa strata 1 yang merantau di Yogyakarta. Signal detection theory dapat mendeteksi ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV