Show simple item record

dc.contributor.authorRizki, Tamara
dc.date.accessioned2025-10-10T03:57:15Z
dc.date.available2025-10-10T03:57:15Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58164
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Hak Guna Usaha (HGU) di Indonesia serta mengkaji ratio decidendi yang digunakan dalam Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 48 K/TUN/2020. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan tumpang tindih antara dua rezim hukum berbeda, yaitu hukum pertambangan dan hukum agraria, yang mencerminkan konflik kewenangan dalam pemberian izin atas lahan. Fokus utama kajian ini adalah sengketa antara PT. Brian Anjat Sentosa (pemegang IUP) dan PT. Enggang Alam Sawita (pemegang HGU) atas objek tanah yang sama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Analisis dilakukan terhadap dokumen hukum primer seperti putusan pengadilan, undang-undang sektor pertambangan dan agraria, serta peraturan teknis terkait. Penelitian ini juga menggunakan metode interpretasi hukum untuk menggali pertimbangan hukum yang digunakan MA dalam putusannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dualisme kewenangan dan lemahnya koordinasi antarlembaga menjadi akar dari tumpang tindih perizinan, yang berdampak pada ketidakpastian hukum bagi pelaku usaha. MA dalam pertimbangannya menekankan pentingnya prinsip kepastian hukum dan menegaskan kedudukan sertifikat HGU sebagai keputusan tata usaha negara yang dapat dibatalkan apabila proses penerbitannya cacat. Penelitian ini merekomendasikan adanya sistem perizinan terpadu berbasis data spasial dan harmonisasi norma hukum antara sektor agraria dan pertambangan, serta penguatan peran BPN dalam proses validasi lahan sebelum izin diterbitkan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLicensing Overlapen_US
dc.subjectMining Business Permiten_US
dc.subjectRight to Cultivateen_US
dc.subjectRatio Decidendien_US
dc.titleAnalisis Tumpang Tindih Pengaturan Izin Usaha Pertambangan dan Hak Guna Usaha dalam Putusan Mahkamah Aagung Nomor 48/K/TUN/2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23921068


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record