Show simple item record

dc.contributor.authorMuttaqin, Zainul
dc.date.accessioned2025-02-20T04:11:25Z
dc.date.available2025-02-20T04:11:25Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54894
dc.description.abstractWarung Sambal Nagih Bang Hepi adalah bisnis kedua penulis yang dimulai dari September 2023. Bisnis ini adalah bisnis kuliner pertama penulis dimana sebelumnya hanya mengelola bisnis rumah kos. Warung Sambal Nagih Bang Hepi beralamat di Jalan Sorosutan, Nitikan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Dalam memulai bisnis, khususnya di skala UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) banyak pelaku bisnis langsung masuk ke dalam pasar yang sudah ada dan model bisnis yang sudah ada atau biasa disebut Red Ocean. Khususnya dalam bisnis kuliner, apabila masih ada manusia yang hidup, kebutuhan akan makan tetap ada, potensi bisnis kuliner juga tetap ada. Penerapan teori Red Ocean Strayegy dalam membangun bisnis UMKM Warung Sambal Nagih Bang Hepi menjadi jalan untuk para pelaku bisnis bahwa masuk ke dalam pasar yang sudah ada tetap memiliki potensi untuk bisa bersaing, namun perlu melakukan penyesuaian added value pada bisnisnya sebagai strategi tambahan. Implementasi bisnis Warung Sambal Nagih Bang Hepi dilakukan dengan menerapkan empat aspek dari manajemen produksi, sumber daya manusia, pemasaran, dan keuangan. Secara khusus dalam manajemen pemasaran, strategi Red Ocean dilakukan, mulai dari penawaran harga yang kompetitif, serta penerapan added value yang mencakup produk, promosi sampai dengan pelayanan terhadap pelanggan (CRM). Ditemukan tantangan bisnis secara internal dan eksternal berupa pergesaran pasar utama, bertambahnya pesaing, pembuatan keputusan yang belum cepat, pelaksanaan aktifitas promosi pada bauran pemasaran yang belum optimal dan dinamika ekonomi nasional. Penerapan solusi sebagai jawaban dari tantangan masalah yang dihadapi dilakukan mulai dari penguatan segmen pasar yang sebelumnya tidak menjadi target utama berupa promo khusus, secara pararel membuat strategi untuk menarik segmen pasar lain, mempertahankan pelayanan yang sebelumnya sudah berjalan baik, menyiapkan kapasitas SDM dalam mengelola sosial media secara bertahap, tetap memperharui kebijakan nasional yang menjadi solusi manajemen, membuat menu baru sebagai alternatif pilihan pelanggan, pengembangan dikerjasama konten influencer, dan mengaktifasi aplikasi point of sales untuk membantu pencatatan. Dari penerapan strategi pada bisnis ini, Warung Sambal Nagih Bang Hepi masih eksis dan bertahan masuk pada tahun keduanya dengan pencatatan laba rugi berjalan 2024 di Oktober sebesar Rp 4.695.500 (surplus). Perlu dilakukan improvisasi berkelanjutan untuk terus bersaing di Red Ocean dengan secara pararel memikirkan visi kedepan membuat potensi bisnis Blue Ocean dalam pengembangan bisnis.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectUMKMen_US
dc.subjectRed Oceanen_US
dc.subjectBlue Oceanen_US
dc.subjectCRMen_US
dc.subjectBisnisen_US
dc.subjectBauran Pemasaranen_US
dc.titleWarung Sambal Nagih Bang Hepien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21911064


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record