Warung Sambal Nagih Bang Hepi
Abstract
Warung Sambal Nagih Bang Hepi adalah bisnis kedua penulis yang dimulai
dari September 2023. Bisnis ini adalah bisnis kuliner pertama penulis dimana
sebelumnya hanya mengelola bisnis rumah kos. Warung Sambal Nagih Bang Hepi
beralamat di Jalan Sorosutan, Nitikan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Dalam
memulai bisnis, khususnya di skala UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)
banyak pelaku bisnis langsung masuk ke dalam pasar yang sudah ada dan model
bisnis yang sudah ada atau biasa disebut Red Ocean. Khususnya dalam bisnis
kuliner, apabila masih ada manusia yang hidup, kebutuhan akan makan tetap ada,
potensi bisnis kuliner juga tetap ada. Penerapan teori Red Ocean Strayegy dalam
membangun bisnis UMKM Warung Sambal Nagih Bang Hepi menjadi jalan untuk
para pelaku bisnis bahwa masuk ke dalam pasar yang sudah ada tetap memiliki
potensi untuk bisa bersaing, namun perlu melakukan penyesuaian added value pada
bisnisnya sebagai strategi tambahan.
Implementasi bisnis Warung Sambal Nagih Bang Hepi dilakukan dengan
menerapkan empat aspek dari manajemen produksi, sumber daya manusia,
pemasaran, dan keuangan. Secara khusus dalam manajemen pemasaran, strategi
Red Ocean dilakukan, mulai dari penawaran harga yang kompetitif, serta penerapan
added value yang mencakup produk, promosi sampai dengan pelayanan terhadap
pelanggan (CRM). Ditemukan tantangan bisnis secara internal dan eksternal berupa
pergesaran pasar utama, bertambahnya pesaing, pembuatan keputusan yang belum
cepat, pelaksanaan aktifitas promosi pada bauran pemasaran yang belum optimal
dan dinamika ekonomi nasional.
Penerapan solusi sebagai jawaban dari tantangan masalah yang dihadapi
dilakukan mulai dari penguatan segmen pasar yang sebelumnya tidak menjadi
target utama berupa promo khusus, secara pararel membuat strategi untuk menarik
segmen pasar lain, mempertahankan pelayanan yang sebelumnya sudah berjalan
baik, menyiapkan kapasitas SDM dalam mengelola sosial media secara bertahap,
tetap memperharui kebijakan nasional yang menjadi solusi manajemen, membuat
menu baru sebagai alternatif pilihan pelanggan, pengembangan dikerjasama konten
influencer, dan mengaktifasi aplikasi point of sales untuk membantu pencatatan.
Dari penerapan strategi pada bisnis ini, Warung Sambal Nagih Bang Hepi masih
eksis dan bertahan masuk pada tahun keduanya dengan pencatatan laba rugi
berjalan 2024 di Oktober sebesar Rp 4.695.500 (surplus). Perlu dilakukan
improvisasi berkelanjutan untuk terus bersaing di Red Ocean dengan secara pararel
memikirkan visi kedepan membuat potensi bisnis Blue Ocean dalam
pengembangan bisnis.
Collections
- Management [5349]
