• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Pembangunan Jalan Hubung (Jalan Jenderal Soedirman dengan Jalan Gerilya) Terhadap Pola Pergerakan dan Kinerja Lalu Lintas di Kota Purwokerto

    Thumbnail
    View/Open
    19914043.pdf (7.663Mb)
    Date
    2023
    Author
    Hartono, Rudi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Purwokerto adalah ibukota dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi kemacetan terjadi pada Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya. Sehingga Pemerintah Kabupaten Banyumas membuat Jalan Hubung (Jalan Jenderal Soedirman dengan Jalan Gerilya) untuk mengatasi kepadatan lalu lintas dan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di kedua jalan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, penelitian dilakukan untuk mengetahui kinerja lalu lintas tanpa adanya Jalan Hubung (Jalan Jenderal Soedirman dengan Jalan Gerilya) dan kinerja lalu lintas dengan adanya Jalan Hubung (Jalan Jenderal Soedirman dengan Jalan Gerilya) berdasarkan Analisa MKJI 1997 dengan pendekatan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dan analisis multi kriteria untuk mengetahui skenaria MRLL terbaik. Kinerja Jalan Hubung dengan skenario manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) pertama terdapat pembebanan di Jalan Hubung sebesar 501 smp/jam, ) ruas Jalan Jenderal Soedirman (Segmen Simpang Masjid – Simpang Girisuman) memiliki tingkat pelayanan 0,43. Jalan Gerilya arah Tanjung memiliki tingkat pelayanan 0,12, Jalan Gerilya arah Karang Pucung memiliki tingkat pelayanan 0,38. Kinerja Jalan Hubung dengan skenario manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) kedua terdapat pembebanan di Jalan Hubung sebesar 386 smp/jam, ruas Jalan Jenderal Soedirman (Segmen Simpang Masjid – Simpang Girisuman) memiliki tingkat pelayanan 0,25. Jalan Gerilya arah Tanjung memiliki tingkat pelayanan 0,28, Jalan Gerilya arah Karang Pucung memiliki tingkat pelayanan 0,45. Kinerja Jalan Hubung dengan skenario manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) ketiga terdapat pembebanan di Jalan Hubung sebesar 887 smp/jam, ruas Jalan Jenderal Soedirman (Segmen Simpang Masjid – Simpang Girisuman) memiliki tingkat pelayanan 0,38. Jalan Gerilya arah Tanjung memiliki tingkat pelayanan 0,33, Jalan Gerilya arah Karang Pucung memiliki tingkat pelayanan 0,21. Dari hasil penelitian kemudian dikaji pemilihan alternatif manajemen rekayasa lalu lintas terbaik metode pemilihan menggunakan Analisis Multi Kriteria. Dengan membandingkan kinerja Kondisi Eksisting tanpa adanya Jalan Hubung (Jalan Jenderal Soedirman dengan Jalan Gerilya) nilai bobot kinerja total 499, MRLL pertama penerapan SSA dari Jalan Jendral Sudirman menuju Jalan Gerilya nilai bobot kinerja total 501, MRLL kedua SSA dari Jalan Gerilya menuju Jalan Jendral Sudirman nilai bobot kinerja total 513, MRLL ketiga SDA dari Jalan Gerilya – Jalan Jendral Sudirman nilai bobot kinerja total 518. Sehingga dapat disimpulkan dengan MRLL ketiga memiliki bobot nilai tertinggi dan dapat dipilih sebagai alternatif MRLL dari Jalan Hubung (Jalan Jenderal Soedirman dengan Jalan Gerilya).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/48584
    Collections
    • Master of Civil Engineering and Planning [221]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • Perbandingan Kinerja Ruas Jalan Kondisi Satu Arah dan Dua Arah pada Jalan Letjen Suprapto-jalan Bhayangkara-jalan K.S Tubun-jalan K.H Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta 

      Abdullah, Mohammad Husein Jauhari (Universitas Islam Indonesia, 2021)
      Kondisi ruas Jalan Letjen Suprapto, Jalan Bhayangkara, Jalan K.H Ahmad Dahlan, dan Jalan K.S Tubun pada saat jam sibuk menunjukan sering terjadi penumpukan kendaraan. Maka dari itu, pada tahun 2020 Dishub DIY mengurai ...
    • Penentuan Hubungan antara Volume Jalan Major dan Kapasitas Jalan Minor pada Persimpangan Tidak Bersinyal (Studi Kasus pada Pertigaan Jalan Gayam dan Jalan Sukonandi) 

      Fajariyadi, Putih; Sari, Ratih Wisnu (UII Yogyakarta, 2001)
      Fenomena yang terjadi pada pertigaan tidak bersinyal, menunjukkan bahwa volume yang terjadi pada jalan minor tergantung volume jalan major. Hal mi ditunjang dengan adanya PP No. 43, pasal 63 ayat 1e, tahun 1993, ...
    • Analisis Tingkat Kelayakan Lalu Lintas Pada Persimpangan Jalan Magelang-Jalan Diponegoro Jalan Kyai Mojo-Jalan Tentara Pelajar 

      Mashudi, Imam; Warjo (UII Yogyakarta, 2006)
      Kelancaran arus lalu lintas di persimpangan tergantung dari persimpangan tersebut dalam melayani lalu lintas yang melintasinya. Tingkat pelayanan suatu persimpangan dipengaruhi oleh faktor geometrik, faktor lalu lintas ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV