Show simple item record

dc.contributor.authorJuniza, Fajar
dc.date.accessioned2024-02-19T02:47:19Z
dc.date.available2024-02-19T02:47:19Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/47508
dc.description.abstractJalan merupakan infrastruktur transportasi yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat dalam upaya pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya. Dasar pemikiran yang melandasi dilakukan studi penentuan prioritas rekonstruksi jalan kabupaten di Kabupaten Belitung Timur karena terdapat kerusakan pada jaringan jalan. Masalah ini menjadi hambatan bagi akses masyarakat antar kecamatan yang dapat menghambat perkembangan ekonomi di wilayah kabupaten serta menghambat distribusi barang antar desa ke pusat kota. Pemerintah Daerah terus melaksanakan program penanganan jalan di kabupaten sesuai dengan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Namun, program ini menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan dana dan kurangnya tenaga kerja profesional. Sehingga, hanya sebagian kecil kebutuhan penanganan jaringan jalan yang dapat ditangani. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan rekonstruksi jaringan jalan secara bertahap dengan mengacu pada prioritas rekonstruksi jalan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan urutan prioritas kriteria sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan prioritas alternatif rekonstruksi jaringan jalan dan menetapkan urutan alternatif prioritas terpilih rekonstruksi jaringan jalan di Kabupaten Belitung Timur menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Digunakan 3 alternatif jaringan jalan dengan kerusakan di atas 50% sebagai opsi penilaian yaitu ruas jalan Cendil – Tjg Batu Pulas (A1), Batu Penyu – Gusong China (A2) dan Jangkang – Kembiri (A3). Sebagai parameter penilaian digunakan 6 pilihan kriteria yaitu Aksesibilitas (K1), Mobilitas (K2), Pengembangan Wilayah (K3), Tingkat Kemiskinan (K4), Kepadatan Penduduk (K5) dan Kebijakan (K6). Dari hasil analisis diketahui urutan prioritas kriteria dari yang tertinggi hingga terendah yaitu kriteria Pengembangan Wilayah (K3) dengan bobot 0,339, kriteria Aksesibilitas (K1 dengan bobot 0,244, kriteria Mobilitas (K2) dengan bobot 0,152, kriteria Tingkat Kemiskinan (K4) dengan bobot 0,104, kriteria Kebijakan (K6) dengan bobot 0,096 dan kriteria Kepadatan Penduduk (K5) dengan bobot 0,064. Hasil perangkingan alternatif didapatkan bahwa urutan peringkat alternatif ruas Cendil - Tjg Batu Pulas Kecamatan Kelapa Kampit (A1) menjadi alternatif utama dengan bobot 0,390, ruas jalan Batu Penyu- Gusong China (A2) menjadi alternatif kedua dengan bobot 0,334 dan ruas jalan Jangkang- Kembiri (A3) dengan bobot 0,276 menjadi alternatif ketiga. Peringkat alternatif tersebut dipengaruhi oleh tingkat kepentingan kriteria dan juga bobot alternatif pada masing-masing kriteria.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAnalitycal Hierarchy Process (AHP)en_US
dc.subjectPenentuan Prioritasen_US
dc.subjectRekonstruksi Jalanen_US
dc.subjectKabupaten Belitung Timuren_US
dc.titlePenentuan Prioritas Rekonstruksi Jalan Kabupaten di Kabupaten Belitung Timuren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19914012


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record