• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Yogyakarta Sebagai Ruang Sosial Bagi Waria Tua

    Thumbnail
    View/Open
    18321085.pdf (6.423Mb)
    Date
    2022-01-14
    Author
    ILMI JASMINE AZZAHRAH
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kehadiran waria tidak jarang dijumpai dan kerap dinilai negatif serta mendapati stigma karena penampilannya yang menyalahi aturan dalam masyarakat pada umumnya serta pekerjaannya sehari-hari. Kehidupan waria di Jogja tergolong produktif. Selain aktif dalam kegiatan di komunitas waria, tentu mereka juga bekerja untuk bertahan hidup. Berjalannya waktu yang juga bersamaan dengan berkurangnya umur, tentu mempengaruhi tingkat produktivitas mereka dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Keterbatasan mereka dalam memiliki peluang bekerja juga menjadi konsekuensi atas jati diri mereka sebagai waria. Maka dari itu, kesejahteraan waria tua dan cara mereka membangun hidup serta alasan mereka memilih dan mengimajikan Yogyakarta untuk menghabiskan sisa masa hidupnya menjadi isu utama dalam riset ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana praktik keruangan dan bagaimana peran komunikasi bagi waria tua di Yogyakarta serta menjelaskan imaji mengenai Yogyakarta serta peran komunikasi membentuk imaji tersebut. Untuk dapat menjawab dua pertanyaan tersebut, diperlukan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam serta observasi di lapangan. Hasil riset ditemukan bahwa: (1) praktik keruangan waria di Jogja diproduksi setiap saat dengan baik dan sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka meliputi pekerjaan, komunitas, keluarga, dan lingkungan sosial. Komunikasi tentunya juga berperan dalam pembentukan ruang sosial antara waria tua dengan komunitas, profesional, keluarga, dan lingkungan sekitar yang membentuk ruang masing-masing. (2) Waria tua menggambarkan kota Jogja sebagai ruang yang nyaman, tenang, dan ramah untuk transpuan. Sedangkan komunikasi yang terdiri dari kolaborasi antara sistem sosial, institusi, dan ruang sosial yang saling berkorelasi berperan dalam pembentukan gagasan ‘nyaman’. Gagasan ‘nyaman’ juga dipengaruhi oleh bagaimana mereka dirawat dan dipelihara oleh banyak pihak serta besarnya komunitas juga mendukung gagasan ‘nyaman’ dalam penggambaran kota Yogyakarta sebagai lived space, yaitu merasakan hidup dalam kesadaran penuh dan merekam momen nyata.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42574
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV