• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konstruksi Kebijakan Pemerintah terhadap Isu Isis dalam Situs Berita Online

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (119.4Kb)
    02 preliminari.pdf (356.2Kb)
    03 daftar isi.pdf (92.27Kb)
    04 abstract.pdf (171.2Kb)
    05.1 bab 1.pdf (313.7Kb)
    05.5 bab 5.pdf (93.46Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (147.1Kb)
    Date
    2016-01-21
    Author
    Tri Utami
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana framing kebijakan dan langkah-langkah pemerintah terhadap ISIS dalam cara pandang kompas.com dan Liputan6.com. Penelitian ini menggunakan metodologi Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Analisis Framing digunakan untuk melihat pemilihan kata, bagaimana peristiwa digambarkan, judul yang digunakan dan lead yang dibangun oleh Kompas.com dan Liputan6.com dalam memberitakan kebijakan pemerintah terhadap ISIS. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis. Menurut paradigma ini realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang alami, melainkan hasil dari konstruksi yang dibuat. Peneliti memilih 18 berita dari seluruh berita tentang kebijakan pemerintah terhadap ISIS yang diberitakan oleh kompas.com dan Liputan6.com. Peneliti memilih berita selama bulan maret 2015 dengan memilih berita yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah terhadap ISIS. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan elemen framing seperti bahasa, grafis, simbol, elemen retoris yang digunakan untuk menonjolkan pesan yang ditulis pada berita. Hasil analisis framing yang dilakukan oleh peneliti pada media online menunjukkan bahwa (1). Kompas.com dan Liputan6.com membingkai bahwa saat ini Indonesia membutuhkan landasan hukum untuk mengatur ISIS. (2) Kompas.com dan Liputan6.com dalam memberitakan tentang kebijakan pemerintah menghadapi ISIS cenderung ke arah yang positif mendukung pemerintah.(3) Dalam pemilihan narasumber kompas.com dan Liputan6.com mengabaikan prinsip keseimbangan karena hanya mengambil sumber dari pemerintah dan aparat keamanan. (4) Dalam menuliskan beritanya kompas.com cenderung tergesa-gesa menyimpulkan suatu peristiwa sedangkan Liputan6.com cenderung lebih berhati-hati. Terorisme dan media seperti memiliki simbiosis mutualisme. Terorisme di Indonesia berkembang sejak zaman Darul Islam (DI) yang kemudian menjadi Jamaah Islamiah setelah DI diberantas pemerintah Indonesia. Banyak aksi pengeboman yang terjadi di Indonesia dilakukan oleh para anggota JI.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/4077
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV