• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implikasi Hukum Penghapusan Status B3 Faba Dalam Pp Nomor 22 Tahun 2021 Untuk Mencapai Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    19912053.pdf (1.558Mb)
    Date
    2022-06-28
    Author
    IBADURRAHMAN
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas dua permasalahan, yaitu pertama Bagaimana implikasi hukum penghapusan status B3 FABA dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di indonesia dan kedua, Kendala-kendala yang dihadapi Indonesia serta solusi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan setelah dihapusnya status B3 FABA. Metode penelitian yang digunakan termasuk dalam penelitian Yuridis Normatif atau disebut juga penelitian hukum doktriner. Di dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan bahan hukum yaitu dengan studi pustaka (library research) dan wawancara yang dilakukan oleh penulis. Analisa yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu pengumpulan bahan hukum secara sistematis dan logis. Hasil penelitian penulis menunjukkan FABA yang dihasilkan oleh kegiatan PLTU tidak hanya merusak ekosistem dan memberikan dampak buruk pada lingkungan. Tetapi juga dampak yang di timbulkan dari penggunaan bahan bakar batubara ini sangat mempengaruhi kesehatan manusia baik jangka pendek atau panjang. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa Penghapusan FABA dari limbah B3 semakin menjauhkan Indonesia dari tujuan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dari beberapa aspek. Kemudian kendala dari sisi penegakkan hukum baik yang bersifat represif atau preventif belum berjalan secara maksimal. Misalnya aturan delisting FABA dari limbah B3 yang justru melanggar prinsip preventif terhadap pencemaran dan/atau perusakan lingkungan karena menurunkan standar pencegahan. Dari sisi penegakkan secara represif juga masih lemah karena masih banyaknya pelanggaran dan rendahnya sanksi terhadap korporasi pencemar limbah FABA. Tidak berjalannya efektivitas hukum lingkungan tersebut merupakan kendala utama tercapainya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39408
    Collections
    • Master of Law [1540]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV