• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Politik Hukum Materi Muatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Perspektif Negara Hukum Dan Demokrasi

    Thumbnail
    View/Open
    18912023.pdf (2.586Mb)
    Date
    2021-11-18
    Author
    MOHAMMAD AGUS MAULIDI
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pemberian kewenangan yang sifatnya overbroad berupa penafsiran atas hal ikhwal kegentingan yang memaksa untuk meletakkan negara dalam keadaan darurat dengan hanya mendasarkan pada subyektifitas presiden sebagaimana termuat dalam Pasal 22 UUD NRI 1945, membuka peluang besar atas tereduksinya semangat bernegara hukum yang demokratis. Hal tersebut yang menjadi basis penelitian ini, untuk kemudian dibahas secara limitatif akan dibahas berdasarkan 2 (dua) rumusan masalah, pertama, bagaimana pemaknaan kegentingan yang memaksa dalam pembentukan perpu oleh presiden pasca reformasi; dan kedua, bagaimana politik hukum pengaturan materi muatan perpu sesuai dengan prinsip negara hukum dan demokrasi. Penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach), penelitian ini menunjukkan kesimpulan, pertama, pemaknaan kegentingan yang memaksa memang bergantung pada persepsi masing-masing presiden, namun dilihat dari bidang pengaturannya, seluruhnya tidak lepas dari bidang ekonomi, politik, dan hukum. Dari aspek materi muatannya, terdapat pergeseran pemaknaan dari kegentingan yang memaksa, menjadi hal ikhwal yang mendesak untuk diatur. Sedangkan aspek latar belakangnya, dimensi politik menjadi aspek yang mendominasi daripada esensi peristiwa yang terjadi atau akibat yang ditimbulkan. Kedua, pemaknaan kegentingan yang memaksa yang diwujudkan dalam bentuk perpu, ke depan, harus benar-benar diletakkan dalam kerangka hukum tata negara darurat dalam bingkai negara hukum dan demokrasi melalui pembatasan subyektifitas presiden dengan menormatifkan rambu-rambu pembatasan tersebut; redesain objektifikasi perpu oleh parlemen dengan peninjauan terhadap materi muatan yang bertumpu pada legalitas, konstitusionalitas, implementasi dan legitimasi, serta menormatifkan aspek prosedural objektifikasi; pembatasan masa keberlakuan perpu dengan mendasarkan pada masa persidangan DPR dan kondisi objektif kedaruratan negara; serta redesain pengawasan lembaga yudisial melalui pelibatan Mahkamah Konstitusi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/36633
    Collections
    • Master of Law [1540]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV