• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Management
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Management
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Budidaya Ulat Hongkong Ryuichi

    Thumbnail
    View/Open
    17911070 Sela Agustina Nuritapa.pdf (1.514Mb)
    Date
    2021-07-16
    Author
    SELA AGUSTINA NURITAPA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Saat ini, dunia sedang mengalami krisis global karena adanya pandemi Covid19.Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan dari sisi kesehatan melainkan juga merugikan dari sisi perekonomian. Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha. Aktivitas masyarakat juga sangat dibatasi mengingat semakin banyaknya orang-orang yang terinfeksi virus baru ini. Aktivitas dirumah saja mungkin akan sangat membosankan bagi sebagian orang. Memelihara hewan peliharaan tentunya akan membantu untuk betah berada di rumah dan membatasi kegiatan sosial dengan masyarakat umum. Dalam memelihara hewan tentunya memerlukan makanan untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan hewan yang dipelihara. Salah satu jenis makanan untuk hewan seperti unggas, reptil, dan ikan adalah ulat Hongkong. Usaha Budidaya Ulat Hongkong Ryuichi terletak di desa Ujung Batu III, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Memiliki luas tanah 20 x 60 m dengan luas bangunan 8 x 32 m. Didalam banguna mampu menampung 5000 nampan ulat hongkong. Sumber dari pencarian data permintaan pasar dalam bisnis produk ulat hongkong ini didapat dari pengamatan langsung terhadap bisnis serupa di Padang lawas, tempat dimana bisnis ini akan dibuat. Dalam pengamatan langsung tersebut dapat disimpulkan bahwa permintaan pasar terhadap ulat hongkong ini sangat besar dan belum terpenuhi karena keterbatasan produksi ulat hongkong. Hal ini dibuktikan dengan wawancara langsung dengan pedagang besar yang biasanya membeli ulat Hongkong dari wilayah Padang Lawas. Dikatakan bahwa saat ini kuota yang mampu di tampung pedagang besar adalah 3000 ton per bulan, sementara untuk produksi ulat hongkong diwilayah tersebut masih kurang dari 2000 ton per bulan. Dari hasil praktik bisnis yang sudah dijalankan, pada aspek keuangan terjadi perubahan antara perencanaan bisnis dengan realisasi bisnis. Hal ini disebabkan karena perusahaan Budidaya Ulat Hongkong Ryuichi belum memiliki badan hukum tetap sehingga belum membayar pajak secara berkala. Hal ini akan berdampak pada perhitungan estimasi laba rugi bulanan tahun pertama dan estimasi arus kas bulanan tahun pertama yang akan sedikit berbedan dengan perhitungan realisasi laba rugi bulanan tahun pertama dan realisasi arus kas bulanan tahun pertama. Tabel pada realisasi laba rugi bulanan tahun pertama dan realisasi arus kas bulanan tahun pertama juga hanya sampai bulan ke tiga karena perusahaan Budidaya Ulat Hongkong Ryuichi baru berjalan selama empat bulan lamanya yaitu dimulai pada bulan Januari 2021 sampai dengan April 2021.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33825
    Collections
    • Master of Management [542]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV