• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    MENJADI LAKI-LAKI DALAM FILM KARYA PEREMPUAN INDONESIA (Analisis Semiotika terhadap Film Arisan 2, Serigala Terakhir dan Minggu Pagi di Victoria Park)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (46.16Kb)
    01 cover.pdf (81.37Kb)
    02 preliminari.pdf (837.3Kb)
    03 daftar isi.pdf (225.1Kb)
    04 abstract.pdf (123.0Kb)
    05.1 bab 1.pdf (861.9Kb)
    05.2 bab 2.pdf (512.0Kb)
    05.3 bab 3.pdf (237.5Kb)
    05.4 bab 4.pdf (481.1Kb)
    05.5 bab 5.pdf (266.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (266.3Kb)
    08. naskah publikasi.pdf (240.2Kb)
    15321065.pdf (677.6Kb)
    Date
    2019-09-24
    Author
    Muhammad Faridz Maulana, 15321065
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pelabelan maskulinitas menyebabkan laki-laki harus memenuhi patokan-patokan agar dapat dikatakan sebagai laki-laki sejati. Patokan tersebut merupakan konstruksi sosial, dan telah berkembang di masyarakat. Namun, tidak semua laki-laki dapat memenuhi patokan tersebut, sehingga label maskulinitas menjadi kekangan tersendiri bagi seorang laki-laki, sehingga mengakibatkan munculnya perlawanan dari laki-laki. Perlawanan tersebut muncul di kehidupan sehari-hari, dan disampaikan dalam berbagai bentuk, termasuk salah satunya film. Film merupakan sebuah media massa yang dapat menghadirkan realitas yang terjadi di masyarakat, dan dikonstruksi menjadi sebuah pesan yang ingin disampaikan berdasarkan perspektif dari pembuat film. Penelitian ini ingin melihat dan mengetahui bagaimana kehidupan laki-laki, dan perlawanan yang dilakukan laki-laki terhadap sterotip maskulinitas digambarkan di dalam film yang diproduksi oleh seorang perempuan. Objek penelitian merupakan tiga film yang disutradarai oleh perempuan Indonesia, dan dianalisis dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes yang merupakan turunan dari pemikiran Ferdinand de Saussure, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan perlawanan laki-laki digambarkan dalam hubungan khusus yang dijalin dengan pasangan, gaya hidup yang diterapkan seperti dalam pemilihan hobby dan dekorasi kamar, dan kehidupan bermasyarakat seperti tanggung jawab sosial dan pernikahan.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/18499
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV