• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology And Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology And Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    MODAL SOSIAL DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA DAN PENINGKATAN RESILIENSI KOMUNITAS (Studi Kasus Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (109.7Kb)
    01 cover.pdf (227.4Kb)
    02 preliminari.pdf (1.209Mb)
    03 daftar isi.pdf (200.6Kb)
    04 abstract.pdf (202.4Kb)
    05.1 bab 1.pdf (513.0Kb)
    05.2 bab 2.pdf (573.1Kb)
    05.3 bab 3.pdf (480.8Kb)
    05.4 bab 4.pdf (312.0Kb)
    05.5 bab 5.pdf (123.3Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (404.4Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (1.650Mb)
    15321179.pdf (7.976Mb)
    Date
    2019-08-16
    Author
    NUR HAPSARI AFDILLA, 15321179
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bencana erupsi merapi 2010 dinyatakan sebagai erupsi terbesar dalam seratus tahun terakhir.Erupsi ini pada akhirnya membuat sebaran KRB lebih meluas daripada KRB di tahun 2002. Sleman merupakan salah satu wilayah yangmemiliki daerah KRB yang cukup banyak. Oleh sebab itu sebagian besar di wilayah Sleman terkena dampak yang cukup parah karena bencana tersebut.Sebagai masyarakat yang dekat dengan ancaman bencana, beradaptasi dan tangguh akan bencana merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan. Sebab ketika bencana terjadi, akan banyak perubahan disegala aspek kehidupan seperti sosial, ekonomi, budaya dan politik.Masyarakat yang siap menghadapi bencana biasanya memiliki modal sosial yang kuat. Modal sosial yang tertanam dalam suatu komunitas kemudian bisa mempengaruhi proses mitigasi bencana dan juga resiliensi komunitas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk modal sosial yang ada pada masyarakat dan mengidentifikasikan peran modal sosial dalam upaya mitigasi bencana dan resiliensi komunitas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan paradigma konstruktivis.Lokasi penelitian yaitu Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Penelitian ini dilakukan selama satu tahun sejak Juli 2018 s.d. Agustus 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung ke lokasi penelitian dan wawancara bersama delapan narasumber yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive representative. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, komunitas Kepuharjo memiliki modal sosial seperti (1) jaringan komunitas yang dibangunseperti Pemerintah, BPPTKG, Komunitas Relawan, Donatur, dan Non-penyintas (eksternal) serta jaringan komunitas (internal) yang dibangun antar sesama anggota masyarakat. (2)Komitmen yang dibangun kepada masyarakat yang ditunjukkan oleh keikutsertaan anggota tersebut dalam kegiatan yang memiliki tujuan bersama, dan komitmen terhadap pemerintah dengan mentaati seluruh instruksi serta peraturan yang telah disepakati. (3) Menjaga hubungan timbal balik antar individu seperti kegiatan sripah, membantu membangun lapangan pekerjaan baru untuk menjaga ekonomi bersama, dan saling memberikan pertolongan antar komunitas. (4) Kemandirian komunitas yang terbentuk dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, dan (5) pengetahuan kebencanaan yang dimiliki anggota komunitas baik itu tradisional seperti nasihat atau cerita leluhur serta pengetahuan modern seperti informasi yang diperoleh dari sumber yang tepat. Kaitannya dengan mitigasi bencana, modal sosial yang ditemukan dapat menjadi pendukung karena jaringan sosial yang dibangun luas dan tingkat parisitpasi yang tinggi dari anggota. Akan tetapi modal sosial tersebut dapat menjadi penghambat dari proses mitigasi bencana karena ikatan sosial yang kuat akan tetapi jangkauan kepercayaan yang sempit. Hasil lain yang ditemukan yaitu modal sosial secara garis besar berperan sebagai pendukung seperti dukungan sosial antar sesama anggota komunitas, penghubungkaitannya dalam peran kepala desa yang aktif mencari bantuan, dan penggerak yang dibuktikan oleh partisipasi dan gotong royong masyarakat demi terciptanya resiliensi komunitas.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/16237
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV