• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KONTESTASI POLITIK RUANG (Studi Atas keberadaan Mushola Khusus Perempuan di Kauman)

    Thumbnail
    View/Open
    naspublikasi Kontestasi Politik Ruang.pdf (665.5Kb)
    Skripsi Kontestasi Politik Ruang.pdf (1.785Mb)
    Date
    2018-12-06
    Author
    Raeda Shadrina, 14321073
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kampung Kauman Yogyakarta merupakan sebuah lingkungan permukiman lama di kawasan pusat Kota Yogyakarta yang menjadi tempat tinggal masyarakat endogami yaitu masyarakat yang melakukan pernikahan dengan orang sekampung. Akibat ikatan pertalian darah dan keagamaan yang kuat maka pergaulan sosial menjadi lebih intim. Kauman memiliki bangunan yang berciri Timur Tengah, seperti gapura pada pintu masuk Kauman melengkung, merupakan ciri bangunan islam. Dari berbagai macam bangunan yang ada di Kauman yang mengandung unsur keagamaan, ada bangunan yang menarik yaitu mushola perempuan. Mushola perempuan tersebut digunakan untuk menfasilitasi perempuan daerah Kauman untuk berkumpul bersama, melakukan kegiatan dan melakukan ibadah yang anggotanya perempuan. Kemunculan mushola harus melalui proses yang cukup panjang dan menuai pro kontra di dalamnya, pada akhirnya terbangun ruang khusus untuk perempuan bernama Mushola Aisyiyah. Penelitian ini mengambil judul: Kontestasi Politik Ruang (Studi Atas keberadaan Mushola Khusus Wanita di Kauman). Ada pertanyaan yang harus di jawab: Bagaimana keberadaan mushola perempuan sebagai bentuk kontestasi politik ruang di Kauman? Penelitian ini mempunyai beberapa manfaat: mengetahui peran mushola perempuan dalam mengkontestasi perempuan. Peneliti menerapkan metode etnografi, peneliti ikut hadir dan merasakan langsung atmosfer tersebut. Penelitian etnografi juga perlu melihat realita dengan cara langsung terjun dan terlibat langsung dalam masyarakat. Dalam metode ini menggunakan teknik observasi, pencatatan dokumen dan wawancara mendalam. Temuan dalam penelitian ini, untuk mendapatkan ruang khusus perempuan harus melalui proses negosiasi dengan masyarakat sekitar. Mushola perempuan merupakan ruang gerak khusus untuk perempuan terutama untuk beribadah. Mushola perempuan masih tetap di fungsikan hingga saat ini dan masih terjaga keasliannya dengan pengurus perempuan. Mushola perempuan membantu perempuan untuk mendapat peran di masyakarakat khususnya daerah Kauman.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/12735
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV