• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    HIBRIDASI DI KOTA GURINDAM Pembentukan Budaya Hibrid di Kawasan Pecinan Senggarang Kota Tanjungpinang

    Thumbnail
    View/Open
    NASKAH SKRIPSI.pdf (1.296Mb)
    LEMBAR PENGESAHAN I.jpg (4.099Mb)
    LEMBAR PENGESAHAN II.jpg (3.365Mb)
    LAMPIRAN.pdf (1.340Mb)
    NASKAH PUBLIKASI.pdf (525.0Kb)
    PENGESAHAN NASPUB.jpg (4.369Mb)
    Date
    2018-10-19
    Author
    Putrindiri, 14321028
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pecinan dapat dikatakan wilayah khusus yang terbentuk dari peristiwa sejarah masa lalu. Dalam kasus ini ialah pecinan Senggarang yang yang didalamnya terdapat dua etnis yang mayoritas, yakni Melayu dan Tionghoa. Toleransi antar warga yang berbeda etnis dapat dirasakan di kehidupan masyarakat kawasan sekitar Senggarang. Sebuah proses budaya dalam masyarakat secara continue berlangsung dalam nuansa damai. Mereka saling melengkapi berdasarkan peran masing – masing. Berdasarkan hal tersebut tidak dapat dipungkiri telah melahirkan sebuah varian budaya baru bernuasa hybrid. Tujuan dari peletitian ini ialah untuk melihat pembentukan budaya hibrida yang terjadi di kawasan Pecinan Senggarang serta peran komunikasi antarbudaya dalam pembentukan budaya hibrida dikawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan di kawasan Pecinan Senggarang Kota Tanjungpinang yang mayoritas warganya ialah beretnis Tionghoa dan Melayu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus untuk memperoleh data yang dapat digunakan untuk meneliti. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, dokumentasi serta penelusuran data secara online. Teori yang peneliti gunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini ialah Komunikasi Antarbudaya dan Hibridtitas Budaya. Penelitian ini menemukan berdasarkan pada interaksi antar etnis yang terjadi di Pecinan Senggarang menghasilkan budaya baru berupa budaya hybrid. Budaya hybrid yang terbentuk di Pecinan Senggarang ini terjadi pada dua unsur kebudayaan yakni pada bahasa berupa bahasa Melayu-Cina dan juga pada unsur kesenian berupa pakaian penari barongsai yang bermotif kain songket, serta bentuk bangunan rumah yakni rumah panggung dengan tata ruang mengikuti kepercayaan dari masyarakat Tionghoa.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11676
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV