• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KOMUNIKASI TERAPEUTIK ORANG TUA PADA ANAK YANG MENGALAMI GANGGUAN KECEMASAN DI PEKANBARU, RIAU.

    Thumbnail
    View/Open
    SKRIPSI KOMUNIKASI 14321120.pdf (1.081Mb)
    NASPUB KOMUNIKASI 14321120.pdf (297.7Kb)
    Date
    2018-05-02
    Author
    Syanthia Wingy, 14321120
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Anak-anak tumbuh kembang dengan latar belakang yang berbeda-beda yang mana pada usia anak-anak mereka masih mencari informasi baru yang dapat mereka pelajari. Setiap anak berbeda-beda nalurinya sehingga tidak semua anak dapat menerima hal atau pelajaran yang baru secara positif, ada beberapa yang tidak sesuai sehingga menimbulkan pemikiran yang rumit dan berujung kecemasan. Kurangnya tenaga medis dalam kesehatan mental di Pekanbaru menjadi salah satu faktor penelitian ini, selain itu juga Pekanbaru,Riau pernah menjadi kota yang kasus kekerasan anaknya memiliki persentase yang tinggi . Penelitian ini mengangkat judul komunikasi terapeutik orang tua pada anak di Pekanbaru,Riau. Lokasi penelitian ditentukan berdasarkan data yang didapatkan beberapa bulan silam angka kekerasan dan kecemasan anak di Pekanbaru,Riau cukup banyak dengan adanya beberapa faktor lingkungan yang berdampak pada kesehatan mental anak-anak. Beberapa diantaranya kekerasan yang terjadi dilingkungan rumah baik sekolah dan bencana alam kabut asap yang mengakibatkan anak-anak terserang penyakit dan berujung kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan komunikasi terapeutik orang tua pada anak yang mengalami gangguan kecemasan di Pekanbaru,Riau. Hal ini dikarenakan kurangnya tenaga medis seperti psikolog maka orang tualah yang dapat membantu anak mengurangi bahkan menyembukan rasa kecemasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil data melalui wawancara dan observasi langsung. Dari penelitian ini didapatkan bahwa setiap orang tua melakukan komunikasi terapeutik didasarkan dengan pengetahuan orang tua dan kesukaan anak tersebut, walaupun adanya kecemasan yang sama tetapi perlakuan orang tua tersebut berbeda. Dalam penelitian ini didapatkan berbagai bentuk kecemasan yaitu : kecemasan perpisahan, kecemasan lingkungan sosial, kecemasan lingkungan sekolah, kecemasan pelajaran sekolah dan kecemasan lift. xiii Dengan adanya banyak bentuk kecemasan bentuk komunikasi terapeutik yang dilakukan pun beragam mulai dari bentuk verbal dan non-verbal. Dengan melalui pihak orang ketiga, bercerita, memfasilitasi, bibliografi, meminta menyebutkan keinginan, penggunaan skala, menulis, menggambar dan bermain. Menurut teori lainnya juga ada komunikasi terapeutik yang hanya dikelompokan menjadi non-verbal yaitu : Vicarious Experience Models (Media Wakilan), Noticeable Experience Models ( Media sesungguhnya) dan Playing Experience Models ( Media Permainan). Dari banyaknya bentuk komunikasi terapeutik pada umumnya hampir semua anak menunjukan perkembangannya secara bertahap untuk menjadi lebihh baik walaupun tidak terlalu signifikan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11231
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV