• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology And Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology And Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Representasi Nilai-Nilai Nasionalisme Dalam Film “Di Balik 98” (Analisis Semiotika Film Di Balik 98 )

    Thumbnail
    View/Open
    Skripsi-Canceria Eka Wulandari-14321119_3.pdf (1.988Mb)
    Naskah Publikasi-Canceria Eka Wulandari-14321119.pdf (913.7Kb)
    Date
    2018-06-05
    Author
    Canceria Eka Wulandari, 14321119
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian berfokus pada bagaimana merepresentasikan nilai-nilai nasionalisme dalam film Di Balik 98. Penelitian ini menarik karena nasionalisme merupakan isu yang sering kali diulas khususnya di Indonesia. Hal yang diulas tersebut selalu mengenai pergeseran makna nasionalisme dari masa-kemasa. Pergeseran nasionalisme dimaknai dengan adanya tanda atau simbol yang muncul dalam film Di Balik 98. Penelitian bertujuan untuk mengetahui makna representasi tas nilai-nilai nasionalisme dalam film “Di Balik 98” dan untuk mengetahui makna konotasi, denotasi, serta mitos atas nilai-nilai nasionalisme yang tersirat dalam film “Di Balik 98”. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan yang semiotika. Peneliti bermaksud mengungkapkan makna yang ada di balik tanda-tanda dalam objek penelitian. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah film Di Balik 98. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kontruktivisme. Peneliti juga menggunakan metode semiotika milik Roland Barthes sebagai metode untuk membaca film. Hasil dari penelitian ini ditemukan tiga syarat yang merupakan nilai nasionalisme, yaitu lagu Bagimu Negeri yang merupakan lagu Kebangsaan Indonesia yang setiap baitnya memiliki makna atas nilai sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara yang terdapat dalam scene pertama dan yang kedua bendera merah putih, dan yang terakhir lambang burung garuda yang merupakan nilai atas sikap bangga menjadi warga Negara Indonesia yang terdapat pada scene kedua dan ketiga. Nasionalisme yang terbentuk dalam film Di Balik 98 adalah nasionalisme simbolik, yaitu nasionalisme baru yang tercipta karena adanya simbol. Hasil lainnya dalam penelitian ini juga mematahkan pernyataan Lukman Sardi yang menyatakan bahwa dalam film Di Balik 98 tidak ada unsur nasionalisme, melainkan adalah unsur humanisme, yaitu lebih menceritakan seputar kehidupan manusia di masa Orde Baru. Unsur atau nilai nasionalisme yang tergambar dalam film Di Balik 98 adalah nilai nasionalisme Simbolik.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10752
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV