• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Social Media Marketing (Pemasaran Melalui Media Sosial) Bidang Pariwisata di Kabupaten Indramayu

    Thumbnail
    View/Open
    15321200 Rizqi Gusti Dwilaksana.pdf (7.043Mb)
    Date
    2020
    Author
    15321200 Rizqi Gusti Dwilaksana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kabupaten indramayu merupakan salah satu kabupaten yang sangat berpotensi dalam bidang pariwisata, tetapi tingkat kunjungan dan pembangunan pariwisata masih terbilang rendah dan tertinggal dibanding kabupaten wisata yang mempunyai potensi serupa. Di era modern seperti sekarang, segala sumber informasi yang diberikan dapat mudah diakses melalui media sosial, itulah mengapa peneliti mengadakan penelitian terkait bagaimana pemanfaatan media berbasis internet yang dilakukan oleh para pelaku pariwisata. Terdiri dari lima kelompok diantaranya adalah, akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media, peneliti hanya mengambil dua pelaku pariwisata yang terlihat paling aktif dalam memanfaatkan media internet untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Indramayu, yaitu Komunitas dan Pemerintah. Pada komunitas, peneliti mengambil sample pada akun Instagram @exploreindramayu dan @indramayubanget. Kemudian untuk pemerintah sendiri peneliti mengambil sample dengan akun Instagram @Diskominfoindramayu. Peneliti sudah melakukan penelitian tentang bagaimana pemanfaatan media berbasis internet oleh kedua kelompok pelaku pariwisata tersebut. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana para pelaku pariwisata memanfaatkan media internet tersebut, lalu faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penyebaran promosi pariwisata tersebut. Dengan sample yang diambil adalah media Instagram yang para pelaku pariwsata tersebut gunakan. Penelitian ini telah menghasilkan temuan-temuan penting diantaranya, seiring berkembangnya zaman, kedua komunitas memanfaatkan media berbasis internet ini menjadi sebuah bentuk promosi komersil yang baru. Lalu bagi pemerintah sendiri mau tidak mau dalam memberikan kegiatan pimpinan daerah dan segala aturan-aturan baru melalui media internet. Hasilnya dari ketiga objek penelitian yang peneliti ambil ini memberikan hasil yang sangat memuaskan dengan alasan yang berbeda-beda. Seperti pada Instagram indramayu banget adalah salah satu akun personal yang dikelola secara perorangan, berbeda dengan akun komunitas yang dikelola oleh explore indramayu yang memang dikelola secara berkelompok dan sekarang diperuntukan untuk media promosi komersil. Walaupun dari kedua akun tersebut berbeda cara pengelolaannya, dalam hal popularitas di Kabupaten Indramayu sendiri, kedua akun ini terbilang cukup terkenal dikalangan masyrakat terutama anak muda dalam mencari informasi pariwisata di Kabupaten Indramayu. Diskominfo yang memang termasuk dalam bagian pemerintah menjadikan segala kegiatan mereka sebagai pekerjaan yang mana memberikan informasi kepada masyarakat. Faktor pendukung yang didapat pada kedua akun Instagram komunitas adalah kemudahan yang didapat dari internet dan antusias masyarakat dalam meningkatkan eksistensi mereka menjadikan konten yang mereka hasilkan terbilang mudah, karena konten yang mereka posting di akun Instagram mereka, merupakan hasil dari masyarakat Kabupaten Indramayu itu sendiri. Bagi pemerintah yang mendorong dari penyebaran pariwisata adalah kecepatan informasi yang didapat, diskominfo selaku pemerintah mendapatkan berita yang update dibandingkan media-media lain, terutama dalam hal pariwisata. Faktor penghambat yang dirasakan oleh seluruh pelaku pariwisata adalah Sumber daya manusianya yang kurang dan kesadaran masyarakat yang kurang akan perlunya memajukan dan bangga akan wisata yang dimiliki oleh daerah mereka sendiri. Kemudian adalah sumber daya alamnya. Indramayu yang dikelilingi garis pantai sejauh 144 km menjadikan kurang variatif objek pariwisatanya, terbatas akan wisata pantai dan air saja. Kemudian faktor terbatasnya pariwisata tersebut menyebabkan para komunitas keterbatasan konten. Sehingga tidak jarang konten mereka akan terlihat monoton yang menyebabkan kejenuhan masyarakat itu sendiri.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/29104
    Collections
    • Communication [1411]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV