• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DI SEKTOR PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI PROVINSI PAPUA TAHUN 2011-2015

    Thumbnail
    View/Open
    SKRIPSI.pdf (2.218Mb)
    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DI SEKTOR PENDIDIKAN DAN KE.pdf (599.2Kb)
    Date
    2018-05-14
    Author
    Agus Hidayatul Fahmi, 13313266
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Indeks (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM merupakan indeks yang ditetapkan oleh UNDP (United Nations Development Programme) pada tahun 1996 untuk mengukur kesejahteraan rakyat. IPM Provinsi Papua terus meningkat selama periode 2011-2015, akan tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Papua dengan angka persentase paling rendah diantara 32 provinsi lainnya yaitu <60 persen. Penelitian ini meneliti tentang pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan terhadap IPM di Provinsi Papua. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder ini tersedia dan bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan DJPK (Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan) Indonesia. Data diambil dari 19 kabupaten di Provinsi Papua tahun 2011-2015 dengan variabel dependen IPM dan variabel independen pengeluaran pemerintah dalam bentuk APBD untuk pendidikan, APBD untuk kesehatan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Rasio Ketergantungan Penduduk. Model ini di estimasi menggunakan program E-Views 8 dengan metode data panel melalui berbagai uji yaitu uji t dan uji F. Hasil analisis dari penelitian ini variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM adalah APBD untuk pendidikan dan PDRB, variabel rasio ketergantungan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap IPM. Sedangkan APBD untuk kesehatan tidak berpengaruh terhadap IPM. Oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan IPM melalui PDRB, penyediaan pelayanan pendidikan dan kesehatan, dengan memaksimalkan APBD 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan sesuai dengan amanat UUD yang berlaku, sehingga mampu meningkatkan IPM di Provinsi Papua.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8884
    Collections
    • Economics [2613]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV