• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KEGAGALAN PELAKSANAN MEDIASi DI PENGADILAN NEGERI

    Thumbnail
    View/Open
    RTB 420.pdf (3.300Mb)
    Date
    2014-03-18
    Author
    Imas Khaeriyah Primasari, 12912073 SH
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tesis ini membahas kegagalan pelaksanaan mediasi di pengadilan negeri, untuk mengetahui faktor kegagalan pelaksanaan mediasi di pengadilan dan untuk memberikan solusi model mediasi yang tepat untuk dilaksanakan di pengadilan negeri, berawal dari pelaksanaan mediasi di pengadilan negeri banyak yang tidak berhasil penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif.Hasi1 penelitian menyatakan bahwa kegagalan pelaksanaan mediasi di pengadilan negeri karena faktor budaya hukum dan faktor tehs. Budaya hukum dibagi menjadi dua budaya hukum internal dan ekstemal, budaya hukum internal dalam pelaksanaan mediasi yaitu hakim mediator banyak hakim mediator yang bersikap cuek, tidak sungguh-sungguh dan hanya dijadikan formalitas, dalam melaksanakan tugasnya sebagai hakim mediator. Budaya hukum internal perilaku para pihak yang mementingkan gengsi egois, harga diri dan bahwa akan lebih bangga jika perkara tersebut tetap berjalan proses persidangan, dan sikap pengacmlpenasehat hukum yang berperilaku menghalanghalangi tidak ingin perkara tersebut berhasil dimediasikan karena jika berhasil ketakutan pengacaralpenasehat hukum tidak mendapat fee yang lebih. Faktor teknis yaitu hakim mediator pada pengadilan yang memiliki sertifikat masih sedikit sehingga pengetahuan dan skill sangat minim dan hang ahli dalam mendamaikan. Model mediasi yang tepat adalah model mediasi yang mesinergikan dan mengkombinasikan keahlian yang dimiliki hakim dan profesional sesuai dengan jenis sengketa yang dihadapi yang di kenal dengan co-mediatio atau yang disebut dengan model choteibeban kerja hakim mediator dalam memediasikan akan terbantu oleh mediator profesional ditambah dengan pendekatan mediasi fasilitatif, kepentingan yang melatar belakangi posisi seseorang sangatlah penting (interest-based) untuk mendapatkan jalan keluar yang kreatif tanpa mengorbankan hak seseorang.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8512
    Collections
    • Master of Law [1559]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV