• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN TERCATAT PADA MASA PRA EFEKTIF DELISTING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERLINDUNGAN INVESTOR (Studi Kasus: Forced Delisting PT Inovisi Infracom Tbk)

    Thumbnail
    View/Open
    BAB ALL FIX AMANDA N COVER PDF.pdf (666.2Kb)
    image_6483441 (1).JPG (439.9Kb)
    image_6483441 (2).JPG (425Kb)
    image_6483441.JPG (673.0Kb)
    Date
    2018-05-31
    Author
    KARINA AMANDA SAVIRA, 14410410
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tanggung jawab perusahaan tercatat pada masa pra efektif delisting dan implikasinya terhadap perlindungan investor. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni: Bagaimana tanggung jawab perusahaan tercatat pada masa pra efektif delisting dan implikasinya terhadap perlindungan investor (studi kasus forced delisiting PT Inovisi Infracom Tbk). Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian diperoleh dengan melakukan studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian dipilih sesuai dengan relevansinya guna menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tanggung jawab perusahaan tercatat pada masa pra efektif delisting adalah tanggung jawab untuk melaksanakan pasar negosiasi apabila Bursa memberikan keputusan bagi dibukanya perdagangan efek perusahaan tercatat pada pasar negosiasi. Artinya, perusahaan tercatat hanya bertanggung jawab untuk melaksanakan pasar negosiasi apabila Bursa memberikan kesempatan bagi dibukanya pasar negosiasi. Tanggung jawab perusahaan teratat pada masa pra efektif delisting terbatas pada pelaksanaan pasar negosiasi. Perusahaan tercatat tidak bertanggung jawab untuk melakukan pembelian efek investor dalam hal pelaksanaan pasar negosiasi. Dalam kasus forced delisting terhadap PT Inovisi Infracom, Bursa memberikan kesempatan bagi dilakukannya pembukaan pasar negosiasi. Namun demikian, fakta menunjukkan bahwa perusahaan tercatat tidak melakukan pembelian kembali (buy back). Kondisi demikian terjadi karena pembelian kembali saham bukan suatu kewajiban bagi perusahaan tercatat pada masa pra efektif delisting. Pengaturan terhadap kewajiban perusahaan tercatat pada masa efektif delisting demikian secara teoritis berimplikasi terhadap lemahnya perlindungan hukum bagi investor.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8333
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV