• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pelaksanaan Pemberian Hak Guna Usaha (Hgu) Berdasakan Peraturan Menteri dalam Negeri No 5 Tahun 1973 Tentang Ketentuan Ketentuan Mengenai Tata Cara Pemberian Hak Atas Tanah (Studi Pada PT. Sarana Mandiri Mukti di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu)

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (280.8Kb)
    02 preliminari.pdf (1007.Kb)
    03 daftar isi.pdf (210.1Kb)
    04 abstract.pdf (194.2Kb)
    05.1 bab 1.pdf (366.5Kb)
    05.2 bab 2.pdf (540.5Kb)
    05.3 bab 3.pdf (430.6Kb)
    05.4 bab 4.pdf (310.9Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (284.6Kb)
    Date
    2017-05-31
    Author
    Primaningtyas, Tiara Zulfa, 13410385
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan pemberian Hak Guna Usaha dan mengetahui konsekuensi, apabila pemberian Hak Guna Usaha yang diatasnya masih terdapat tanah garapan masyarakat yang belum dibebaskan dan bagaimana penyelesaian sengketa pertanahan jika dalam hal pemberian Hak Guna Usaha tersebut, timbul permasalahan. Rumusan masalah yang diajukan adalah Bagaimana pelaksanaaan pemberian Hak Guna Usaha (HGU) kepada PT. Sarana Mandiri Mukti di Kabupaten Kepahiang ? Bagaimana penyelesaian sengketa terhadap pemberian Hak Guna Usaha (HGU) tersebut ? Penelitian ini termasuk tipologi penelitian hukum empiris. Data penelitian dikumpulkan dengan cara wawancara dan studi dokumen atau pustaka, kemudian diolah secara sistematis dalam wujud uraian-uraian kalimat yang diambil maknanya sebagai pernyataan atau kesimpulan. Analisis dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil studi ini menunjukkan bahwa proses pemberian Hak Guna Usaha atas nama PT. Sarana Mandiri Mukti didasarkan pada peraturan umum, namun masih terdapat beberapa kekurangan dan kekeliruan. Areal pemberian Hak Guna Usaha atas PT. Sarana Mandiri Mukti masih terdapat garapan masyarakat yang belum dibebaskan. Hal ini menimbulkan sengketa pertanahan antara PT. Sarana Mandiri dengan massyarakat sekitar yang menduduki tanah tersebut. Penelitian ini merekomendasikan penyelesaian permasalahan tersebut perlu dilakukan secara musyawarah mufakat agar tercapainya perdamaian dari kedua belah pihak, apabila tidak menemukan solusi dalam musyawarah maka dapat diselesaikan melalui Pengadilan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/6841
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV