• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Film Dokumenter “Zona Merah” Tanah sangiran milik siapa?

    Thumbnail
    View/Open
    SKRIPSI Afif Singgih 12321175.pdf (790.1Kb)
    naskah publikasi (2).pdf (296.5Kb)
    Date
    2018-04-22
    Author
    Afif Singgih Nur Hasan, 12321175
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pada pembuatan karya tugas akhir ini film dokumenter “Zona Merah” merupakan sebuah manusia purba yang pernah hidup ber abad abad yang lalu. saat ini kasus pertanahan yang menimpa masyarakat desa Krikilan yang dimana desa tersebru merupakan desa yang ada bangunan Museum Sangiran. Museum sangiran di kenal sebagai museum megah tersebut ada permasalahan yang sedang di alaminya. Permasalahan mengenai pertanahan tersebut kini terus bergulir karena pemerintah sendiri belum me revisi aturan aturan yang di mana merugikan dari pihak masyarakat Dengan pembuatan film dokumenter “zona Merah” di harapkan mampu membawa pesa pesan yang ingin atau di keluhkan masyarkat. Dengan menggunakan metode ekspositori. Jenis metodepembuatan film dokumenter ini di buat dengan jalinan gambar yang kemudian di aplikasikan dari retorika dan argumentasi. Film ini di buat seusai dengan sudut pandang masyarakat. Pembuatan film dokumenter ini di lakukan di museum sangiran dan di Desa Krikilan. Film dokumenter ini di proses kurang lebih selama 6 bulan dari bulan juli 2017 hingga desember 2017. Film dokumenter mampu membawa pesan agar masyarakat sadar melihat isu yang sedang di alaminya. Masyakarakat yang mempunyai lahan di daerah Museum sangiran tidak semua merasakan dampak dari pembangunan museum maupun pengakuan dari UNESCO. Dampak yang di alami masyarakat selain terganggunya aktifitas pertanahan adalah dampak akses jalan dan perekonomian. Film dokumenter “Zona Merah” ini merupakan gambaran dari isu pertanahan dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat Desa Krikilan. Dengan berdirinya museum yang megah di balik itu semua ada keluhan yang muncul dari suara masyarakat yang hingga saat ini masih menjadi probelamtika.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/6713
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV