Show simple item record

dc.contributor.authorAdhibangkit, Dedi Prima Widia
dc.date.accessioned2026-09-10T06:27:05Z
dc.date.available2026-09-10T06:27:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66970
dc.description.abstractKekerasan dan pelecehan seksual pada film “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” telah menimbulkan pro dan kontra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang analisisnya menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil penelitian yang dikumpulkan, peneliti menyimpulkan film “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” banyak menampilkan adegan kekerasan baik itu kekerasan verbal maupun kekerasan nonverbal. Kekerasan tidak hanya dilakukan oleh laki-laki tapi juga oleh perempuan sehingga pelaku disini tidak merujuk hanya pada satu gender saja. Begitu juga dengan korban kekerasan ada laki-laki, perempuan, dewasa dan anak. Penelitian dilakukan guna menunjukan bahwa kekerasan adalah universal yang tidak bisa merujuk pada satu gender baik untuk pelaku maupun perempuan. Penelitian juga memberikan informasi bahwa kekerasan tidak hanya kekerasan fisik namun juga non fisik. Film tersebut mengkolaborasikan drama, romansa dan laga sehingga film tersebut terlihat menarik karena mengangkat konflik dalam kehidupan sehari-hari.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKekerasan, Semiotika, Roland Barthesen_US
dc.titleRepresentasi Kekerasan dalam Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (Analisis Semiotika Model Roland Barthes)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19321271


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record